Ambon,CahayaMediaTimur.com-Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Maluku bukan sekadar perayaan bertambahnya usia daerah, tetapi momentum untuk menghormati sejarah sekaligus menatap masa depan.
Melalui sambutannya,pada kegaitan Paripurna di gedung DPRD Provinsi Maluku, Lewerissa mengajak masyarakat mengenang jasa para pahlawan, pejuang, raja, tokoh adat, tokoh agama dan seluruh anak bangsa yang telah berkorban bagi Maluku dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kita menghormati sejarah, tetapi penghormatan terbaik kepada para pendiri daerah ini adalah melanjutkan cita-cita yang mereka wariskan melalui kerja nyata bagi kesejahteraan rakyat,” katanya dalam Sambutan, Rabu, (19/8)
Ia menekankan, perjalanan sejarah mengajarkan bahwa kemajuan tidak lahir dari kenyamanan, melainkan keberanian menghadapi perubahan dan membangun kebersamaan. Karena itu, memasuki usia ke-81, pemerintah memilih memperkuat konsolidasi dan mempercepat transformasi pembangunan.
Di bidang pemerintahan, Lewerissa menyebut Maluku berhasil mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama tujuh kali berturut-turut. Selain itu, capaian tata kelola pemerintahan dan pengadaan barang dan jasa juga mengalami peningkatan hingga masuk kategori hijau.
“Capaian-capaian ini merupakan ikhtiar untuk memastikan setiap rupiah uang rakyat dikelola secara bertanggung jawab, kebijakan dilaksanakan transparan dan aparatur bekerja dengan baik,” ujar Lewerissa.
Ia juga menegaskan perjuangan terhadap Rancangan Undang-Undang Daerah Kepulauan terus dilakukan bersama provinsi-provinsi kepulauan lainnya. Menurutnya, karakter kepulauan harus menjadi dasar lahirnya kebijakan negara yang lebih adil bagi Maluku.
Di sektor pembangunan, Lewerissa menyoroti proyek strategis seperti Blok Masela, pembangunan Bendungan Waeapo di Kabupaten Buru, serta pengembangan Maluku Integrated Logistics (MIL).
“Bagi Maluku, Masela bukan hanya tentang gas, tetapi tentang masa depan, lapangan kerja, tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru dan nilai tambah bagi rakyat,” tegasnya.
Pemerintah juga terus mendorong hilirisasi komoditas seperti kelapa dan pala, pengembangan peternakan, serta pembangunan infrastruktur untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah. Lewerissa menegaskan Maluku tidak boleh selamanya hanya menjual bahan mentah.
“Kita ingin Maluku menjadi daerah yang menghasilkan nilai tambah, tempat komoditas rakyat diolah, industri tumbuh, investasi berkembang, lapangan kerja tercipta dan kesejahteraan meningkat,” pungkasnya.
Di bidang pelayanan publik, pemerintah mencatat berbagai program, antara lain Makan Bergizi Gratis, bantuan perumahan, pembentukan koperasi desa/kelurahan, Sekolah Rakyat dan pembangunan serta peningkatan fasilitas kesehatan.
Ia juga menyebut indikator ekonomi menunjukkan tren positif, termasuk peningkatan Indeks Pembangunan Manusia serta penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.
Menutup sambutannya, Lewerissa mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persaudaraan, kerukunan dan persatuan.
“Membangun Maluku tidak mungkin dilakukan oleh satu atau dua orang. Kita harus berjalan dalam satu barisan kebersamaan dan kerukunan, dalam semangat persatuan dan kesatuan, dalam kebhinekaan dan bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya.
Atas nama pemerintah daerah dan keluarga, ia menyampaikan permohonan maaf atas berbagai target pembangunan yang belum maksimal sekaligus mengucapkan selamat HUT ke-81 Provinsi Maluku.




