Ambon,CahayaMediaTimur.com-Pelayanan kesehatan perempuan di Maluku tidak boleh hanya terpusat di perkotaan. Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Wilayah Maluku, dr. Janne Pattiasina, Sp.OG menegaskan, organisasi yang dipimpinnya harus hadir menjangkau masyarakat kepulauan, dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan kesehatan ibu dan anak.
Hal tersebut ditegaskan dr. Janne Pattiasina, dalam sambutannya pada acara pelantikan pengurus POGI Wilayah Maluku, yang berlangsung di Lantai 7 Kantor Gubernur Maluku, Sabtu (7/11/2026).
Janne mengatakan, karakteristik geografis Maluku sebagai daerah kepulauan menjadi tantangan tersendiri, dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, terutama bagi perempuan yang tinggal di wilayah terpencil dan pulau-pulau terluar.
Menurutnya, kondisi geografis yang dipisahkan oleh laut, serta jarak antar pulau menyebabkan akses terhadap fasilitas dan tenaga kesehatan belum sepenuhnya mudah dijangkau seluruh masyarakat.
Padahal, setiap perempuan, baik yang tinggal di pusat kota maupun wilayah kepulauan, memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan kesehatan berkualitas.
“POGI harus hadir di tengah masyarakat, POGI harus menjangkau pulau-pulau, POGI harus menjadi bagian dari solusi atas permasalahan kesehatan di Maluku,” tegasnya.
Dia menjelaskan, tanggung jawab organisasi profesi dokter spesialis obstetri dan ginekologi tidak hanya terbatas pada pelayanan di ruang praktik, kamar operasi maupun rumah sakit.
Lebih dari itu, POGI harus mengambil peran dalam menjawab kebutuhan kesehatan perempuan secara langsung di tengah masyarakat.
Karena itu, kepengurusan yang baru dilantik berkomitmen menjadikan POGI Wilayah Maluku sebagai organisasi yang solid, profesional, serta mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan derajat kesehatan perempuan dan anak.
“Komitmen tersebut akan diwujudkan melalui peningkatan kompetensi dan profesionalisme dokter spesialis obstetri dan ginekologi, sekaligus memperkuat komunikasi, persatuan dan kebersamaan seluruh anggota organisasi,” kata Janne.
Selain itu, kata dia, POGI Maluku akan meningkatkan keterlibatan dalam kegiatan pengabdian masyarakat, terutama melalui edukasi kesehatan reproduksi, pelayanan kesehatan ibu, deteksi dini kanker serviks, serta upaya pencegahan kematian ibu dan bayi.
Janne menilai, berbagai persoalan kesehatan perempuan membutuhkan perhatian serius, dan keterlibatan banyak pihak. Oleh sebab itu, POGI Maluku juga akan mengambil peran strategis, dalam pembangunan kesehatan daerah melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, rumah sakit, institusi pendidikan, organisasi profesi dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kami percaya, bahwa persoalan kesehatan perempuan tidak dapat diselesaikan oleh satu profesi atau satu institusi saja. Diperlukan kolaborasi, komunikasi dan komitmen bersama,” ujarnya.
Dia menambahkan, pemerataan pelayanan kesehatan menjadi perhatian penting, mengingat perempuan di wilayah kepulauan masih menghadapi tantangan jarak dan keterbatasan akses untuk mendapatkan pelayanan spesialis.
POGI Maluku ingin memastikan, kondisi geografis tidak menjadi penghalang bagi perempuan, untuk memperoleh pelayanan obstetri dan ginekologi yang berkualitas.
Dalam kesempatan tersebut, Janne juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengurus Besar POGI atas kepercayaan yang diberikan kepada jajaran pengurus Wilayah Maluku, untuk mengemban amanah organisasi.
“Saya berharap, pengurus pusat terus memberikan bimbingan, arahan dan dukungan, agar organisasi POGI di Maluku dapat berkembang menjadi organisasi yang semakin kuat, profesional dan bermanfaat bagi masyarakat,” harap dia.
Kepada seluruh anggota POGI Maluku, Janne mengajak, agar kepengurusan baru dijadikan sebagai rumah bersama untuk membangun komunikasi, berdiskusi, berkolaborasi, saling menghargai dan bertumbuh dalam menjalankan tanggung jawab profesi.
Menurutnya, kebersamaan seluruh anggota menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan kesehatan di Maluku.
“Menjadi dokter spesialis obstetri dan ginekologi bukan hanya tentang menghadirkan kehidupan ke dunia, tetapi juga tentang memperjuangkan, agar setiap perempuan memiliki kesempatan untuk hidup sehat, bermartabat dan memperoleh pelayanan terbaik,” ungkapnya.
Dia menegaskan, keberhasilan organisasi tidak cukup diukur dari kekuatan struktur kepengurusan, tetapi harus terlihat melalui kerja nyata dan pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, dia berharap, POGI Wilayah Maluku dapat hadir sebagai organisasi profesi yang tidak hanya dikenal, karena keberadaannya, tetapi juga karena kontribusi dan manfaat yang diberikan bagi masyarakat.
“Jarak antar pulau tidak boleh menjadi jarak dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Mari kita jadikan POGI Wilayah Maluku sebagai organisasi yang tidak hanya kuat dalam struktur, tetapi juga nyata dalam karya dan pengabdian,” tandasnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak memberikan dukungan dan doa, agar amanah kepengurusan dapat dijalankan dengan penuh integritas, tanggung jawab dan keikhlasan. “POGI Maluku bersatu dalam karya,” tutup Janne.




