Piru,CahayaMediaTimur.com-Suasana khidmat dan penuh sukacita mewarnai pelaksanaan kegiatan pembinaan kerohanian bagi seluruh Warga Binaan Kristen di Lapas Kelas IIB Piru yang berlangsung di Gereja Ebenhaezer Lapas Piru, Selasa (19/5). Kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama antara Lapas Piru dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Seram Bagian Barat (Kemenag SBB) sebagai bagian dari upaya pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan.
Kegiatan diawali dengan ibadah bersama yang diisi dengan pujian dan penyembahan, doa bersama, serta pembacaan Firman Tuhan yang diambil dari Yeremia 26 ayat 11. Dalam penyampaian materi rohani, Warga Binaan diajak untuk memperkuat iman, melakukan introspeksi diri, serta membangun semangat perubahan menuju pribadi yang lebih baik selama menjalani masa pidana.
Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Piru, Wikrama Jaya, menyampaikan bahwa pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan perilaku positif Warga Binaan.
“Pembinaan kerohanian menjadi salah satu sarana penting dalam membangun kesadaran diri Warga Binaan agar mampu memperbaiki perilaku, menumbuhkan nilai-nilai moral, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke masyarakat,” ujar Wikrama.
Sementara itu, perwakilan Kemenag SBB, Yulike Corputty, menegaskan bahwa pelayanan rohani di lingkungan pemasyarakatan merupakan bentuk perhatian terhadap kebutuhan spiritual Warga Binaan.
“Melalui ibadah dan pendalaman Firman Tuhan, kami berharap Warga Binaan tetap memiliki kekuatan iman, pengharapan, dan semangat untuk menjalani proses kehidupan dengan lebih baik,” ungkap Yulike.
Terpisah, Kalapas Piru, Hery Kusbandono, menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan pemasyarakatan yang terus dilaksanakan secara berkelanjutan di Lapas Piru.
“Kami berkomitmen memberikan pembinaan yang menyeluruh kepada Warga Binaan, termasuk melalui kegiatan keagamaan. Sinergi bersama Kemenag SBB diharapkan dapat terus memperkuat proses pembinaan kepribadian Warga Binaan,” kata Hery.
Salah satu Warga Binaan berinisial “D” mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan rohani memberikan ketenangan dan motivasi untuk berubah menjadi lebih baik.
“Kegiatan seperti ini membuat saya lebih tenang dan semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Saya jadi punya semangat untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan dengan lebih baik ke depannya,” tuturnya.
Melalui kegiatan pembinaan kerohanian ini, Lapas Kelas IIB Piru terus menunjukkan komitmennya dalam menjalankan program pembinaan yang humanis dan berkelanjutan guna membentuk Warga Binaan yang sadar, bertanggung jawab, dan siap kembali ke tengah masyarakat.






