Ambon,CahayaMediaTimur.com-“Usai melakukan Rapat bersama Dengan Pertamina Patra Niaga Integrated Wayame,untuk memastikan kesiapan pasokan energi dalam menghadapi tiga agenda besar keagamaan,yakni Natal, Tahun Baru dan bulan Suci Ramadhan yang din perkirakan mulai bulan Ferbuari,Komisaris PT Pertamina International Shipping(PSI) ,DR.Michael SE. SH.,mengatakan,kunjungan ini sekaligus untuk melihat langsung kondisi operasional serta kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Dalam tinjauan tersebut, komisaris PT Pertamina internasional shipping dalam door stop dengan wartawan, Sabtu ( 15/11/25) di Pertamina Wayame menyampaikan seluruh kesiapan mulai dari jaringan distribusi hingga stok BBM untuk berbagai jenis produk. “Berdasarkan penjelasan yang diterima, seluruh persediaan tercatat berada di atas ambang aman, yakni minimal sepuluh hari kebutuhan. Dengan demikian, masyarakat di Maluku, Maluku Utara, hingga Papua tidak perlu khawatir akan kelangkaan pasokan selama periode hari besar keagamaan tersebut.
“Dirinya katakan, “Kami memastikan bahwa stok BBM sangat mencukupi untuk Natal, Tahun Baru, dan memasuki bulan Ramadan. Ini berlaku untuk seluruh wilayah Maluku, Maluku Utara, hingga Papua,” ujarnya.
Terkait Dugaan Tumpahan Oli: ia menegaskan Pertamina sangat Ketat.
Insiden dugaan tumpahan Oli di kawasan teluk beberapa waktu lalu, pihak Pertamina menjelaskan bahwa hal tersebut masih menunggu hasil investigasi resmi dari Dinas Lingkungan Hidup. Namun demikian, Pertamina menegaskan bahwa seluruh kapal yang beroperasi mengikuti prosedur standar (SOP) yang sangat ketat, terutama terkait pembuangan limbah dan oli, ucap Wattimena.
“Ketika Dinas Lingkungan Hidup melakukan investigasi, semua kapal Pertamina masih tersegel pada bagian yang berkaitan dengan pembuangan oli. Selain itu, kapal-kapal yang melakukan loading maupun unloading di Wayame tidak membawa muatan oli seperti yang dimaksud.
Wattimena juga mengatakan, Pertamina menekankan bahwa kondisi kawasan Wayame yang bersih dan tertata merupakan bukti penerapan SOP yang ketat. Hal tersebut juga berlaku di seluruh armada kapal yang beroperasi.
Tambahnya lagi, Pertamina Wayame Miliki Peran Strategis Distribusi BBM Kawasan Timur
Ia menegaskan kembali fungsi strategis Terminal BBM Wayame yang menjadi pusat distribusi energi tidak hanya untuk wilayah Ambon dan Maluku, tetapi juga Maluku Utara serta enam provinsi di Tanah Papua.
“Wayame memiliki fungsi yang sangat strategis. Dari sini, BBM dapat didistribusikan tidak hanya ke kabupaten/kota di Maluku, tetapi juga hingga ke wilayah Maluku Utara dan Papua,” ungakapnya.
Pertamina memastikan komitmennya untuk menjaga kelancaran suplai energi jelang perayaan keagamaan dan tetap menunggu hasil investigasi resmi terkait isu tumpahan oli.
Ditempat yang sama Novi Prasetyo,Manager Integrated Terminal Wayame menjelaskan, terkait dengan cuaca Kapal pertamina tetap berkoordinasi dengan regent ataupun juga pusat, terkait peraturan kapal dan disesuaikan dengan kondisi alam, tetapi pola alternatif Emergency kalaupun dibutuhkan untuk mensuport wilayah Wai dan Terminal seperti Masohi yang bisa membantu.
Kemudian untuk kondisi akhir tahun secara kebutuhan kita tidak mengalami kendala , karena kapal -kapal Pertamina yang ada cukup mumpuni untuk melewati cuaca,tuturnya.
Ia juga menjelaskan,untuk suplay secara kebutuhan, kita tidak mengalami kendala dan masih terlayani dengan baik.”Kesiapan Satgas untuk Natal dan tahun baru kami dari pertamaina sudah siap dan tidak mengalami kendala dan tentu ada dukungan dari Pemerintah.
Peran Pertamina dalam perekonomian Maluku, khususnya di Wilayah Ambon atau wilayah terpencil, untuk BBM semua satu harga dan upaya kita untuk menyeragamkan atau menyesuaikan kondisi di daerah, pinta Manager.
Wattimena sebelum melakukan kunjungannya ke kapal Sabuk Nusantara ,menyampaikan Terima kasih kepada Pertamina karena sudah proaktif dan banyak membantu Pemerintah Kota Ambon ,terkait dengan mobil-mobil sampah . “Dan akan diberikan SPBU khusus dalam penanganan sampah di kota Ambon.
Ia juga menyampaikan, BBM untuk wilayah Maluku sperti Pertamax dan Pertalite di import dari Singapura dan Malaysia, sedang produk yang lain itu semuanya dari lokal, sehingga tidak usah takut karena kebutuhannya sangat mumpuni dan mempunyai cadangan, tutupnya.
Di akhir kunjungan ada sedikit bantuan dari Pertamina,pada Gereja Bethel, Masjid Nurul Uda dan PAUD Tunas Leilisa Itawaka.





