Ambon,CahayaMediaTimur.com-Kunjunagn Kerja yang dilakukan Komisi II DPR-RI disambut baik oleh Direktur Utama ,PT Bank Maluku-Maluku Utara(Malut) Syahrisal Imbra bersama Dirut Kepatuhan, Abidin dan komisaris Bank Maluku-Malut, Michael Papilaya ,bersama jajaranya,Ambon(16/4/2026).
Dalam kunjungan tersebut Komisi II DPR RI ini meninjau terkait dengan kinerja tata kelola dan kontribusi bank daerah tersebut terhadap ekonomi lokal di Provinsi Maluku.”Dalam kunjungan itu juga dilakukan pertemuan bersama.”Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Muhammad Rifqinizamy Karsayuda dan didampingi jajaran Komisi II DPR RI serta jajaran direksi/komisaris Bank Maluku Malut di Ambon.
Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda,dalam pertemuan tersebut menegaskan, Bank Maluku Malut merupakan pilar utama dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah. Bank didorong untuk mempermudah akses kredit bagi UMKM agar dampak ekonomi dirasakan langsung oleh masyarakat,tegasnya
Ia mengatakan,Komisi II menyatakan siap memperjuangkan pengecualian atau penyesuaian terkait ancaman modal minimum untuk Bank Maluku-Malut agar tetap dapat beroperasi maksimal dalam melayani daerah.
Meskipun ada catatan mengenai kredit produktif, Komisi II mengapresiasi kinerja positif ,PT Bank Maluku -Malut di tengah persaingan ketat.
Kunjungan ini bertujuan menyerap aspirasi untuk penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) BUMD dan pembentukan Ditjen khusus BUMD guna pengawasan yang lebih baik, ujar Karsayuda.
Pertemuan tersebut dipimpin oleh Muhammad Rifqinizamy Karsayuda dan didampingi jajaran Komisi II DPR RI serta jajaran direksi/komisaris Bank Maluku Malut di Ambon.
Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Maluku-Malut, Syahrisal Imbra juga mengungkapkan, pihaknya juga menerima apresiasi atas kinerja yang telah dicapai, sekaligus masukan untuk perbaikan ke depan.
Selain dukungan DPR, Syahrisal menilai peran pemerintah daerah, terutama gubernur, juga menjadi faktor penting dalam mendorong kinerja Bank Maluku Malut.
“Sinergi antara pemerintah daerah, BUMD, dan kebijakan dari pusat sangat menentukan. Dengan arahan yang ada, kami optimistis ke depan bank ini akan semakin kuat dan berkembang,” katanya.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Bank Maluku Malut sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah, sekaligus meningkatkan kontribusi BUMD dalam pembangunan di kawasan Maluku dan Maluku Utara, pintanya.




