Langgur,CahayaMediaTimmur.com-Dibalik jeruji besi bukan berarti kreativitas terhenti. Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku membuktikan hal tersebut melalui keberhasilan budidaya tanaman hidroponik yang kini tumbuh subur di area Lapas, Jumat (30/1/2026). Menariknya, mereka menggunakan metode pengembangan mandiri yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan setempat.
Program kemandirian ini tidak sekadar mengikuti tren pertanian perkotaan, tetapi merupakan hasil adaptasi para warga binaan terhadap keterbatasan lahan. Dengan memanfaatkan material yang ada dan sistem pengairan yang dirancang secara mandiri, berbagai jenis sayuran seperti sawi, dan selada kini menghijau memenuhi rak-rak hidroponik.
“Kami memberikan ruang bagi warga binaan untuk bereksperimen. Hasilnya luar biasa, mereka mampu mengelola nutrisi dan sirkulasi air dengan metode yang mereka pelajari secara otodidak namun tetap teknis,” ujar Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur.
Wajah sumringah terlihat saat para warga binaan melakukan perawatan rutin. Tanaman yang tumbuh subur ini menjadi simbol bahwa proses pembinaan di Lapas Tual berjalan efektif. Bukan hanya soal menanam sayur, ini adalah tentang menanam harapan dan disiplin diri.
Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran Lapas Tual dan seluruh Warga Binaan yang terlibat. Melihat tanaman hidroponik ini tumbuh subur dengan metode racikan sendiri, membuktikan bahwa keterbatasan sarana bukan penghalang untuk berinovasi.”





