Wahai,CahayaMediaTimur.com-pelaksanaan sakramen Perjamuan Kudus, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai fasilitasi kunjungan pastoral dan ibadah persiapan dari Tim Majelis Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Bethsan bagi Warga Binaan beragama Kristen. Kegiatan tersebut berlangsung di Gereja Ebenhaezer Lapas Wahai, Senin (9/3).
Fasilitasi kegiatan keagamaan ini merupakan bagian dari upaya Lapas Wahai dalam meningkatkan pembinaan kepribadian Warga Binaan, khususnya di bidang kerohanian. Kunjungan pastoralia yang kali ini difokuskan untuk peringatan Jumat Agung awal April bulan depan itu bertujuan untuk memberikan penguatan iman, bimbingan rohani, dan pelayanan percakapan pastoral bagi Warga Binaan, agar mereka siap secara spiritual mengikuti ibadah Perjamuan Kudus sebagai tanda pengorbanan dan pengampunan dosa.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari pembinaan kepribadian dan mental spiritual Warga Binaan. “Kami sangat mendukung pelayanan ini. Kunjungan pastoral sangat membantu memberikan ketenangan jiwa, sehingga Warga Binaan Kristiani dapat merenungkan pengorbanan Jumat Agung dengan lebih dalam dan terpacu untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” jelasnya.
Salah satu Warga Binaan, MH, mengungkapkan rasa syukur atas kunjungan tersebut. “Pelayanan ini membuat kami merasa tidak dilupakan. Ini menguatkan kami untuk merenungkan makna Jumat Agung, bahwa meskipun kami berada di sini, kasih Tuhan dan pengampunan itu nyata bagi kami,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu tim Majelis Jemaat GPM Bethsan, Diaken A. Matulessy, dalam pesan pendampingan pastoralia tersebut menyampaikan bahwa jeruji besi bukanlah penghalang bagi kasih Tuhan untuk menjangkau setiap insan. “Perjamuan Kudus adalah simbol persekutuan kita dengan Kristus. Di tempat ini, Tuhan Yesus hadir membawa harapan baru, membasuh luka hati, dan memberikan kesempatan kedua bagi saudara-saudara sekalian,” tuturnya.
Pendampingan pastoralia berupa komunikasi dua arah antara hamba Tuhan dan Warga Binaan yang berlangsung khusyuk itu diakhiri dengan menyanyikan puji-pujian, mendengarkan firman Tuhan, dan doa bersama.
Pelayanan ini diharapkan memberikan dampak positif, menciptakan suasana kondusif, dan mempertebal iman Warga Binaan Lapas Wahai khususnya dalam memperingati wafatnya Yesus Kristus, sekaligus menanamkan nilai-nilai moral untuk memperbaiki diri, meninggalkan masa lalu yang kelam, dan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.





