Wahai,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai sukses gelar pertandingan final gawang mini antar-kamar hunian di lapangan blok Lapas, Rabu (12/8). Pertandingan tersebut bagian dari Pekan Aksi Merdeka untuk semarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kompetisi yang diikuti perwakilan dari delapan kamar hunian Warga Binaan itu telah berlangsung selama tiga hari sejak pembukaan Pekan Aksi Merdeka. Pertandingan final mempertemukan dua tim terbaik dari babak penyisihan grup.
Sorak-sorai Warga Binaan dan petugas terdengar di sekitar lapangan saat kedua tim saling menyerang. Kamar 6 akhirnya keluar sebagai pemenang setelah kalahkan Kamar 1 dengan skor 2-1 melalui adu penalti.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan turnamen tersebut menjadi sarana positif untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga kondusivitas lingkungan Lapas.
“Kegiatan gawang mini ini kami selenggarakan bukan sekadar mencari siapa yang paling kuat, melainkan untuk menumbuhkan jiwa sportivitas serta melepaskan kejenuhan dalam suasana penuh kekeluargaan. Menang atau kalah adalah hal biasa, yang terpenting adalah semangat kebersamaan dan menjaga keamanan,” terang Tersih.
Senada, Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, mengatakan tingginya partisipasi Warga Binaan tunjukkan antusiasme mereka dalam mengikuti kegiatan pembinaan.
“Turnamen kali ini diikuti antusias oleh delapan kamar. Kami melihat kedisiplinan dan kerja sama tim yang luar biasa dari para Warga Binaan selama di lapangan. Ini adalah bagian dari pembinaan rekreasional yang efektif,” ungkap La Joi.
Sementara itu, perwakilan Warga Binaan dari Kamar 6, AD, mengaku bangga atas pencapaian timnya yang berhasil menjadi juara.
“Kami sangat bersyukur dan senang bisa keluar sebagai juara. Kemenangan ini hasil kerja keras dan kekompakan kawan-kawan sekamar. Terima kasih kepada pihak Lapas yang sudah merayakan 17-an dengan turnamen seasyik ini,” kata AD.
Perwakilan Warga Binaan dari Kamar 1, IR, turut mengapresiasi pertandingan yang berlangsung meriah tersebut.
“Meskipun kalah tipis dan gagal juara, kami tetap puas dan senang. Pertandingan tadi sangat seru dan membuat kami bisa tertawa lepas bersama teman-teman lain melupakan penat,” tutur IR.
Melalui lomba gawang mini, Lapas Wahai berharap kebersamaan antara Warga Binaan dan petugas terus terjalin, sekaligus menciptakan lingkungan hunian yang aman dan kondusif selama pelaksanaan program pembinaan.






