Piru,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pembinaan kemandirian Warga Binaan melalui panen kacang panjang hasil kebun kemandirian, Senin (2/3). Sebanyak 65 ikat kacang panjang berhasil dipanen sebagai wujud nyata produktivitas Warga Binaan dalam mengelola sektor pertanian di Lapas.
Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Ode Mustafa, menyampaikan kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses pembinaan. Hasil panen tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas sekaligus dijual sebagai nilai tambah ekonomi.
“Melalui kebun kemandirian ini, Warga Binaan dibekali keterampilan bertani yang bermanfaat dan menjadi bekal setelah selesai menjalani masa pidana. Panen kacang panjang ini membuktikan pembinaan berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujar Ode.
Salah satu Warga Binaan berinisial A turut mengungkapkan rasa bangganya dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. “Kami merasa diberi kepercayaan dan kesempatan untuk belajar hal baru. Kegiatan ini membuat kami lebih produktif dan memberi harapan untuk bisa mandiri ke depannya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan program pertanian di Lapas Piru akan terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan holistik. “Kami mendorong seluruh jajaran untuk terus mengoptimalkan program kemandirian yang memberikan manfaat nyata, baik bagi Warga Binaan maupun institusi. Panen ini menjadi bukti Lapas bukan hanya tempat pembinaan, tetapi juga ruang produktivitas,” tegasnya.
Kegiatan panen ini merupakan program pembinaan kemandirian yang sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan peningkatan keterampilan Warga Binaan. Melalui kegiatan ini, Lapas Piru berharap terus berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan serta menciptakan Warga Binaan yang terampil, mandiri, dan siap kembali ke masyarakat.






