Langgur,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung Asta Cita Presiden dan Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui penguatan ketahanan pangan. Hal ini dibuktikan dengan pelaksanaan panen 18 kg sayur bayam hasil budidaya Warga Binaan di area lahan asimilasi Lapas, Jumat (06/02.
Kegiatan panen ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, yang didampingi oleh pejabat struktural dan staf subseksi kegiatan kerja. bayam segar berkualitas berhasil dipanen dan siap didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan internal dapur Lapas serta dipasarkan ke masyarakat sekitar.
Dalam keterangannya, Kalapas Tual, Nurchalis Nur, menegaskan bahwa kegiatan pertanian ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bagian dari strategi berkelanjutan untuk menciptakan kemandirian pangan di dalam lapas. “Kami ingin memastikan bahwa setiap jengkal lahan produktif di Lapas Tual memberikan manfaat nyata. Panen bayam ini adalah bukti bahwa warga binaan memiliki potensi besar untuk berkontribusi pada ketahanan pangan nasional. Selain untuk konsumsi internal yang menjamin gizi warga binaan, hasil ini juga menjadi bagian dari kontribusi PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) kami,” ujar Nurchalis Nur.
Senada dengan Kalapas, Kasubsi Kegiatan Kerja (Giatja), L. Laitera, menjelaskan bahwa proses budidaya dilakukan dengan teknik yang terukur untuk menjaga keberlanjutan hasil panen. Program ini melibatkan pembinaan teknis mulai dari penyemaian benih, perawatan, hingga manajemen pascapanen. “Fokus kami adalah keberlanjutan (sustainability). Setelah panen ini, tim langsung menyiapkan penyemaian kembali agar siklus produksi tidak terputus. Kami membekali warga binaan dengan keterampilan bertani modern yang nantinya bisa menjadi modal mereka saat kembali ke masyarakat,” ungkapnya.
Keberhasilan program ini diharapkan menjadi stimulus bagi unit pelaksana teknis lainnya dalam mengoptimalkan peran pemasyarakatan sebagai lembaga yang produktif dan bermanfaat bagi stabilitas pangan daerah maupun nasional.
