Wahai,CahayaMediaTimur.com-Tandai pekan terakhir menyambut Natal 2025, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai gelar ibadah Adventus terakhir atau Adventus keempat, Minggu (21/12). Hal ini menjadi momentum sukacita bagi Warga Binaan Kristiani untuk memperkuat iman, melakukan refleksi diri, dan menumbuhkan harapan baru. Kegiatan tersebut sekaligus menekankan pembinaan spiritual sebagai bagian integral dari Pemasyarakatan yang humanis, memberikan kesempatan bagi mereka untuk bertobat, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan ibadah ini merupakan komitmen Lapas untuk menjamin hak beribadah dan memberikan pembinaan kepribadian yang menyeluruh. “Kami ingin Warga Binaan merasakan damai Natal dan kasih karunia tuhan. Bukan hanya sebagai penantian, tetapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, pembentukan mental dan moral yang lebih baik, serta menemukan kekuatan spiritual dibalik jeruji,” jelasnya.
Senada, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty Mouw, mengatakan pembinaan kerohanian dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan. “Melalui pembinaan kerohanian ibadah Adventus, kami berharap Warga Binaan memaknai masa pidana sebagai proses introspeksi dan perbaikan diri. Momentum Adventus terakhir ini menjadi penguatan rohani agar mereka memiliki harapan, kesabaran, dan kesiapan untuk kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Bertempat di Gereja Ebenhaezer Lapas Wahai, Ibadah Adventus IV bertema ‘Menanti Tuhan Dalam Kedamaian’ itu dipimpin oleh Majelis Jemaat Bethsan, Penatua E. Diale. Dalam khutbahnya, ia menekankan tentang persiapan diri dan hati Warga Binaan untuk menyambut perayaan Natal dengan penuh damai dan sukacita.
“Ibadah Minggu Adventus IV hadir sebagai waktu persiapan untuk merefleksikan diri menyambut perayaan kelahiran Yesus Kristus Sang Juru Selamat yang hadir bagi setiap orang dan menjadi kesempatan berharga bagi kita, khususnya Warga Binaan untuk membenahi diri, menguatkan iman, dan kembali ke jalan tuhan,” ujar Diale di hadapan jemaat Warga Binaan.
Warga Binaan pun larut haru mengikuti seluruh rangkaian ibadah dan bersyukur atas perhatian yang diberikan. “Kami merasa damai dan sukacita meskipun berada di sini. Kegiatan ini menjadi pengingat akan kasih tuhan dan dorongan untuk terus berubah menjadi lebih baik,” ujar salah seorang Warga Binaan, YK.
Di tempat terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi atas pelaksanaan pembinaan keagamaan yang terus berjalan di Lapas Wahai. “Kami mendorong seluruh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di wilayah Maluku untuk mengoptimalkan pembinaan kepribadian, khususnya bina rohani. Ibadah Adventus ini sejalan dengan tujuan Pemasyarakatan dalam membentuk Warga Binaan menjadi manusia yang sadar akan kesalahan, bertanggung jawab, dan siap berintegrasi kembali dengan masyarakat,” terangnya.
Dengan terselenggaranya Ibadah Minggu Adventus sejak pekan pertama hingga pekan keempat, Lapas Wahai berharap semangat Natal Tahun 2025 membawa perubahan positif, membekali Warga Binaan dengan iman yang kuat untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang produktif setelah menjalani masa pidana. Hal ini diharapkan menciptakan suasana Lapas yang kondusif serta mendukung terwujudnya Pemasyarakatan yang religius dan humanis yang berorientasi pada pemulihan untuk memanusiakan manusia.




