Lapas Wahai Menggelar Sharing Session Penguatan Mental dan Psikologis Warga Binaan

oleh -0 views

Wahai,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai gelar sharing session penguatan mental dan psikologi bagi Warga Binaan pada Selasa (4/8). Bertempat di Beranda Mesra, kegiatan yang menyapa jiwa ini bertujuan memulihkan rasa percaya diri, mengurangi tingkat stres, dan memberikan ruang curhat yang sehat itu diikuti seluruh Warga Binaan dengan antusias melalui dialog interaktif.

Kegiatan ini terbagi menjadi dua sesi utama, yakni paparan psikoedukasi dan dialog terbuka. Sesi pertama diisi dengan paparan penguatan psikologis oleh Petugas Kesehatan, Fajar Pradhana Wisady, yang memberikan materi ringan terkait manajemen stres, cara menjaga kesehatan mental di lingkungan terbatas, dan pentingnya berpikir positif selama masa pembinaan. Materi yang disampaikan bertujuan mencegah gangguan psikologis yang rentan dialami Warga Binaan.

“Kondisi lingkungan yang terbatas tentu membawa tekanan tersendiri. Oleh karena itu, materi manajemen stres ini penting agar mereka memiliki mekanisme pertahanan diri yang baik, bisa mengelola emosi, dan tetap bersemangat mengikuti seluruh program pembinaan,” jelas Fajar.

Memasuki sesi kedua, kegiatan dilanjutkan dengan sharing session atau dialog dua arah. Warga Binaan mendapat kesempatan penuh secara bergantian untuk mencurahkan isi hati, dan menyampaikan kendala yang dihadapi. Kegiatan ini mendapat respons positif dari para penghuni.

Salah satu Warga Binaan berinisial IB merasa sangat terbantu dengan adanya materi pengelolaan stres dan ruang untuk berbicara tersebut. “Kami merasa sangat dihargai karena diberikan kesempatan untuk berbicara langsung dan menyampaikan keluh kesah. Penjelasan dari petugas juga membuat kami lebih paham bagaimana caranya tetap berpikir positif dan menjaga mental meskipun sedang berada di tempat yang terbatas ini,” tuturnya.

Terkait pelaksanaan dialog interaktif, Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, menyebut kegiatan ini dirancang untuk menciptakan suasana kondusif serta mempererat hubungan antara petugas dengan Warga Binaan. “Kami membuka ruang selebar-lebarnya bagi Warga Binaan untuk menyampaikan kendala yang dihadapi. Masukan dan saran yang mereka berikan akan menjadi evaluasi langsung bagi kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Urusan Tata Usaha selaku Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, Usman Bakri, menyampaikan pendekatan psikologis ini menjadi bagian penting bagi Warga Binaan agar mereka menjalani masa pidana dengan sehat secara mental. “Kami memastikan Warga Binaan tidak hanya dibina secara fisik dan keterampilan, tetapi juga mendapatkan perhatian dari sisi psikologis mereka. Dialog dua arah seperti ini membantu kami memahami apa yang sebenarnya mereka butuhkan dan rasakan di dalam sini,” ujarnya.

​Atas terlaksananya kegiatan tersebut, Lapas Wahai akan mengagendakan sharing session ini sebagai kegiatan rutin berkala guna memantau perkembangan psikologis Warga Binaan secara berkelanjutan. Melalui pendekatan humanis, inklusif, dan penuh empati ini, Lapas Wahai pun berharap terus menciptakan lingkungan Pemasyarakatan yang kondusif dan memanusiakan manusia yang siap berkontribusi positif bagi masyarakat kelak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.