Lapas Wahai Pererat Silaturahmi lewat Buka Puasa bersama Warga Binaan

oleh -4 views

Wahai,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai gelar acara buka puasa bersama antara para Petugas dan Warga Binaan sebagai momentum mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadan, Senin (9/3). Bertempat di Beranda Mesra Lapas, kegiatan ini bertujuan tingkatkan rasa kekeluargaan dan motivasi bagi Warga Binaan untuk memperbaiki diri, serta ciptakan suasana kondusif dan hangat di lingkungan Lapas.

 

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini untuk memanusiakan manusia dan mendekatkan hubungan antara petugas dan Warga Binaan. “Buka puasa bersama ini adalah upaya kami untuk mempererat tali silaturahmi dan menghadirkan suasana humanis dan kekeluargaan dalam meningkatkan iman dan takwa. Saya berpesan kepada seluruh Warga Binaan, jadikan bulan suci ini sebagai refleksi untuk menjadi pribadi yang lebih baik, sehingga lebih siap kembali ke masyarakat dengan bekal mental dan spiritual yang lebih kuat,” ujar Tersih seraya mengapresiasi seluruh jajaran dan Majelis Taklim Lapas yang telah bekerja keras memfasilitasi momen indah tersebut.

 

Salah seorang Warga Binaan, AD, menyampaikan rasa syukurnya. “Kami merasa senang dan terharu. Buka puasa bersama ini membuat kami merasa tetap diperhatikan serta memberikan kami harapan dan motivasi untuk beribadah lebih giat lagi di dalam Lapas demi perubahan hidup kami” tutur AD.

 

Senada, Warga Binaan lainnya, HB menyebut hal ini menjadi motivasi besar baginya untuk terus memperbaiki diri dan merenungi kesalahan. “Kami berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus dilaksanakan, karena bagi kami, ini bukan sekadar makan bersama, melainkan momen spiritual yang memperkuat keimanan dan mental kami di bulan suci Ramadan ini,” ucap HB.

 

Sementara itu, ceramah singkat pada kegiatan buka puasa bersama kali ini dibawakan oleh Ustaz Haji Djen Tepinalan tokoh masyarakat setempat. Ia mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan buka puasa bersama Lapas Wahai yang memasuki hari ke-19 itu sangat bermakna.

 

“Hari ke-19 Ramadan menjadi pembuka fase krusial menuju 10 malam terakhir, fase yang penuh dengan maghfirah atau ampunan Allah SWT. Ini adalah waktu dimana semangat puasa mulai diuji dengan rasa lelah fisik, namun spiritualitas justru seharusnya mencapai puncaknya. Mari kita gunakan sisa hari Ramadan untuk memperbaiki diri, dan menjadikan hari ke-19 sebagai awal dari lembaran baru yang lebih putih, dan siap meraih kemenangan,” ajak Ustaz Djen.

 

Kegiatan buka puasa bersama ini ditutup dengan salat Maghrib berjamaah sebagai bentuk kebersamaan dalam kekhusyukan Warga Binaan dan Petugas.