Ambon,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon melaksanakan kegiatan penyuluhan bahaya seks bebas bagi remaja kepada Anak Binaan, Selasa (12/5), bertempat di Gedung Serbaguna LPKA Kelas II Ambon. Kegiatan tersebut dibawakan oleh peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Batch 3, Ayu Sia, yang ditempatkan pada Klinik Pratama LPKA Kelas II Ambon.
Penyuluhan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya pembinaan dan edukasi kesehatan bagi Anak Binaan agar memiliki pemahaman yang baik mengenai risiko pergaulan bebas, pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, serta membangun perilaku hidup yang sehat dan bertanggung jawab.
Dalam pemaparannya, Ayu Sia menjelaskan berbagai dampak negatif seks bebas bagi remaja, baik dari sisi kesehatan, psikologis, maupun sosial. Materi disampaikan secara interaktif sehingga Anak Binaan dapat memahami pentingnya menjaga diri serta membangun masa depan yang lebih baik.
Kepala LPKA Kelas II Ambon, Manuel Yenusi, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi seperti ini penting untuk membentuk karakter dan meningkatkan kesadaran Anak Binaan terhadap kesehatan diri.
“Anak Binaan perlu dibekali dengan pengetahuan yang benar terkait kesehatan remaja dan dampak dari pergaulan bebas. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka dapat memahami risiko yang ada serta mampu mengambil keputusan yang positif bagi masa depan mereka,” ujar Manuel.
Sementara itu, Ayu Sia mengatakan bahwa penyuluhan tersebut bertujuan memberikan pemahaman sederhana namun penting kepada Anak Binaan mengenai bahaya seks bebas dan pentingnya menjaga pergaulan.
“Kami berupaya menyampaikan materi dengan bahasa yang mudah dipahami agar anak-Anak Binaan dapat lebih terbuka dan memahami pentingnya menjaga kesehatan serta menghargai diri sendiri,” ungkap Ayu Sia.
Salah satu Anak Binaan berinisial F turut menyampaikan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena kami jadi lebih memahami dampak negatif dari seks bebas dan bagaimana menjaga diri agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan mendapat antusias dari Anak Binaan yang aktif mengikuti sesi penyuluhan dan tanya jawab.




