Langgur,CahayaMediaTimur.com-Jeruji besi bukan penghalang bagi kreativitas dan produktivitas. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku terus membuktikan komitmennya dalam memberikan bekal hidup bagi para warga binaan. Kali ini, aroma harum kue tradisional menyerbak dari dapur bengkel kerja Lapas, di mana para warga binaan sedang tekun mengembangkan UMKM berbasis pangan lokal: Kue Bolu Sakura Gula Merah, Sabtu (7/2/2026).
Di bawah bimbingan staf Seksi Kegiatan Kerja, para warga binaan tidak hanya diajarkan cara memanggang kue, tetapi juga dibekali pemahaman tentang manajemen usaha kecil. Penggunaan gula merah sebagai bahan utama bukan tanpa alasan. Selain memberikan cita rasa legit yang khas dan warna cokelat alami yang cantik, bahan ini dipilih untuk mengangkat potensi komoditas lokal Maluku Tenggara.
“Kami ingin mereka keluar dari sini bukan membawa label mantan narapidana, melainkan sebagai wirausahawan yang punya keahlian nyata,” ujar Kepala Lapas Kelas Tual, Nurchalis Nur.
Setiap harinya, tim warga binaan memproduksi puluhan hingga ratusan cup Bolu Sakura. Prosesnya dilakukan dengan standar kebersihan yang ketat, mulai dari: Pengolahan Karamel: Mencairkan gula merah hingga mencapai konsistensi yang tepat, Pencampuran Adonan: Memastikan tekstur bolu tetap lembut dan mengembang sempurna (tidak bantat), Pengemasan: Menggunakan kemasan yang menarik agar siap dipasarkan ke masyarakat luas maupun koperasi Lapas.
Hasil produksi Bolu Sakura ini kini mulai dikenal oleh pengunjung. Harganya yang terjangkau dan rasanya yang otentik membuat pesanan mulai berdatangan, baik untuk konsumsi harian maupun acara-acara tertentu.
Program ini diharapkan menjadi jembatan bagi warga binaan untuk kembali ke masyarakat dengan rasa percaya diri. Keuntungan dari penjualan pun dialokasikan untuk premi (upah) bagi warga binaan serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).





