Membasuh Jiwa di Balik Jeruji, Kasih Tuhan Menyapa Warga Binaan Lapas Wahai

oleh -1 views

Wahai,CahayaMediaTimur.com-Menembus sekat jeruji, Warga Binaan Kristen di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai basuh spiritualitas melalui ibadah Minggu di Gereja Ebenhaizer, Minggu (10/5). Lebih dari sekadar rutinitas, momen ini menjadi ruang bagi mereka untuk merajut kembali harapan dan memperkuat iman di tengah masa pembinaan.

 

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan pembinaan kerohanian memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mental Warga Binaan. “Kami berharap Warga Binaan mengalami perubahan hidup yang positif, memiliki pengharapan baru, dan makin mendekatkan diri kepada Tuhan selama menjalani pembinaan di Lapas,” harapnya.

 

Sementara itu, Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty Susana Mouw, menjelaskan kegiatan kerohanian menjadi salah satu program pembinaan yang terus diperkuat di Lapas Wahai. “Pembinaan spiritual memberikan dampak yang baik terhadap perilaku Warga Binaan. Mereka menjadi lebih tenang, disiplin, dan memiliki semangat untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

 

Di kesempatan terpisah, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Dwi Ricky Biantoro, memberikan apresiasi atas konsistensi pembinaan kerohanian di lingkungan Pemasyarakatan. “Kegiatan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan kepribadian Warga Binaan. Kami mendukung penuh seluruh jajaran Pemasyarakatan untuk terus menghadirkan pembinaan yang humanis, spiritual, dan bermanfaat bagi proses reintegrasi sosial Warga Binaan,” tuturnya.

 

Pada kesempatan itu, ibadah dipimpin oleh Pdt. M. Lesnusa dengan penyampaian khutbah yang diambil dari firman tuhan dalam Ulangan 6:1-9, mengangkat tema “Kasih Allah adalah Perintah yang Utama.” Warga Binaan diajak untuk senantiasa mengasihi tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan kekuatan, dan menjadikan kasih kepada Allah sebagai dasar perubahan hidup yang lebih baik. Momentum tersebut menjadi sarana penguatan iman sekaligus membangun harapan baru bagi Warga Binaan selama menjalani masa pembinaan.

 

Melalui ibadah Minggu ini, Lapas Wahai terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pada penguatan mental dan spiritual Warga Binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.