Menapak Jejak Sejarah di Masjid Jami Ambon Saksi Bisu Perjalanan Peradaban Islam di Kota Ambon

oleh -3 views

Ambon,CahayaMediaTimur.com-

Dosen Pengampu:

Dr. Jenny K. Matitaputty, M.Pd

 

Mata Kuliah:

Jurnalisme dan Kepariwisataan Sejarah

Disusun oleh Kelompok:

Valensia Verensca Nunumete

Cendana Tuheitu

Mira A Tella

Ita Solissa

Wa Ode Dewi Wardi Kaimuddin

Rico B Laturette

Program Studi Pendidikan Sejarah

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Universitas Pattimura Ambon

 

Masjid Jami Ambon merupakan salah satu bangunan bersejarah yang menjadi saksi perkembangan peradaban Islam di Kota Ambon. Terletak di Jalan Sultan Babullah, Kecamatan Nusaniwe, masjid ini dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Maluku yang memiliki nilai sejarah tinggi bagi masyarakat setempat.

 

Masjid ini didirikan pada tahun 1860 atas prakarsa tokoh masyarakat dan ulama setempat, termasuk Imam Haji Latif. Berdirinya masjid ini juga tidak terlepas dari wakaf seorang perempuan bernama Khadijah binti Ali, yang dikenal masyarakat sebagai sosok yang berjasa dalam penyediaan lahan pembangunan.

 

Pada awal pembangunannya, Masjid Jami didirikan dengan arsitektur sederhana menggunakan material kayu. Dinding, lantai, hingga atapnya dibuat dari bahan-bahan tradisional yang mencerminkan kearifan lokal masyarakat Ambon pada masa itu.

 

Seiring perjalanan waktu, bangunan ini mengalami berbagai ujian sejarah. Pada tahun 1933, masjid sempat mengalami kerusakan akibat luapan Sungai Wai Batu Gajah. Tiga tahun kemudian, masyarakat bersama pengurus masjid melakukan renovasi besar agar bangunan tetap dapat difungsikan.

 

Namun, cobaan kembali datang pada tahun 1940 ketika kebakaran hebat melanda kawasan sekitar akibat aktivitas kolonial Belanda. Peristiwa tersebut menyebabkan sebagian besar bangunan masjid hangus terbakar.

 

Setelah peristiwa itu, Masjid Jami dibangun kembali dengan mempertahankan bentuk arsitektur khasnya. Proses pembangunan dipimpin oleh seorang tukang bernama Zainuddin Wiwit, yang juga dikenal membangun Masjid Nandatu Sahapory di Kailolo,Haruku.

 

Hingga kini, Masjid Jami Ambon tetap berdiri kokoh sebagai simbol keteguhan masyarakat dalam menjaga warisan sejarah dan budaya. Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga menjadi bukti nyata perjalanan panjang sejarah Islam di Kota Ambon.

 

Keberadaan Masjid Jami mengajarkan generasi muda pentingnya menjaga peninggalan sejarah sebagai bagian dari identitas daerah. Sebagai salah satu cagar budaya di Maluku, keberadaannya perlu terus dilestarikan agar nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya tetap hidup bagi generasi mendatang.