Minimalisir Potensi Kesalahan Pengadaan, Lapas Saparua Perketat Pengawasan

oleh -0 views

Saparua,CahayaMediaTimur.com-Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Kelas III Saparua memperketat pengawasan terhadap pengadaan kebutuhan dasar warga binaan pemasyarakatan sebagai tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Pengawasan dilakukan terhadap pengadaan bahan makanan (BAMA), perlengkapan sandang, serta peralatan makan dan minum Warga binaan. Selain itu, bagian keuangan dan anggaran juga memastikan seluruh proses pengadaan baik melalui e-Katalog maupun pengadaan langsung berjalan sesuai regulasi guna meminimalisir potensi kesalahan administrasi maupun temuan berulang dalam pemeriksaan. Selasa (12/05/2026).

 

Pengawasan terhadap pengadaan bahan makanan dan kebutuhan dasar warga binaan tersebut dilakukan langsung oleh Plh. Kalapas Saparua, Donny D. Lekatompessy. Dalam pengawasan yang dilaksanakan, dilakukan pemeriksaan terhadap bahan makanan yang masuk, proses pengolahan hingga penyajian makanan agar tetap sesuai dengan siklus menu 10 hari yang telah ditetapkan.

 

Donny mengatakan pengawasan dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas layanan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan agar tetap berjalan sesuai ketentuan, “selain melakukan pengawasan internal, Lapas Saparua juga memastikan vendor penyedia barang memenuhi spesifikasi dan kualitas yang telah ditentukan. Seluruh bahan mentah maupun perlengkapan yang disediakan wajib dalam kondisi layak guna mendukung pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan secara optimal”, ucapnya.

 

Sementara itu tim keuangan Lapas Kelas III Saparua terus memastikan seluruh proses pengadaan berjalan sesuai aturan, saat ini proses penyesuaian dan penajaman anggaran kebutuhan dasar masih dilakukan, namun tetap berupaya agar seluruh proses pengadaan berjalan baik, tepat sasaran dan sesuai ketentuan yang berlaku sehingga kebutuhan warga binaan dapat terpenuhi dengan optimal.

 

Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot di tempat terpisah menyampaikan bahwa pengawasan yang dilakukan juga menjadi langkah antisipasi terhadap sistem audit Nemesis Assai berbasis Artificial Intelligence yang mampu membaca berbagai anomali dalam proses pengadaan, “Pengawasan yang dilakukan bukan hanya untuk memastikan proses pengadaan berjalan tertib, tetapi juga sebagai langkah antisipasi terhadap sistem audit berbasis Artificial Intelligence yang mampu mendeteksi berbagai anomali dalam pelaksanaan pengadaan. Karena itu, seluruh jajaran harus lebih teliti, cermat, dan memastikan setiap tahapan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ugkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.