Miris, Kadis Pemdes Paksakan Pelantikan SFP Otak Mesum Sebagai Pj Desa Lokki

oleh -0 views

Seram,CahayaMediaTimur.com-Rencana pelantikan Frans Salmon Purimahua (FSP) sebagai Penjabat Kepala Desa Lokki, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, memicu penolakan keras dari sejumlah warga setempat. Penolakan tersebut muncul setelah beredarnya percakapan yang diduga bernuansa tidak pantas antara seorang pria yang disebut-sebut sebagai Salmon Purimahua dengan seorang janda muda di desa tersebut.

 

Percakapan yang beredar luas di tengah masyarakat itu menimbulkan kemarahan warga. Dalam isi percakapan yang beredar, pria yang diduga Salmon disebut meminta untuk bertemu dan mengajak wanita tersebut tidur bersama. Permintaan tersebut kemudian dibalas dengan kata-kata penolakan dan kemarahan dari perempuan yang bersangkutan.”Bukan saja itu SFP Kata warga bersangkutan memilik otak mesum,”Tukang balur orang perempuan di desa tersebut , sehingga dapat iko deng parang kalau seng(tidak) lari dapat potong(iris) .

 

Salah seorang warga Desa Lokki yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa percakapan tersebut kini telah tersebar luas di kalangan masyarakat. Ia menyebut, kabar tersebut semakin memicu emosi warga setelah muncul informasi bahwa Salmon Purimahua kembali akan dilantik sebagai Penjabat Kepala Desa Lokki.

 

 

 

“Warga sangat marah karena kami mendengar bahwa Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa tetap memaksakan pelantikan Salmon sebagai penjabat kepala desa,” ujar sumber tersebut kepada media ini melalui sambungan telepon, Kamis (12/3/2026).

 

Menurut sumber tersebut, sebelumnya Bupati Seram Bagian Barat (SBB), Ir. Asri Arman, dikabarkan telah membatalkan rencana pelantikan Salmon Purimahua. Namun, ia menilai keputusan tersebut diduga tidak diindahkan oleh pihak dinas terkait yang tetap berupaya melanjutkan proses pelantikan.

 

Warga pun mengingatkan pihak Dinas Pemdes agar tidak memaksakan keputusan yang dinilai bertentangan dengan kehendak masyarakat Desa Lokki. Mereka khawatir keputusan tersebut dapat memicu ketegangan di tengah masyarakat.

 

Sumber tersebut juga membeberkan bahwa Salmon Purimahua sebelumnya pernah menjabat sebagai Penjabat Kepala Desa Lokki. Namun masa jabatannya disebut tidak berlangsung lama setelah muncul berbagai keluhan dari warga terkait perilakunya.

 

Ia menyebutkan, pada masa itu warga sempat menyampaikan keberatan kepada pemerintah daerah. Akibatnya, dalam waktu sekitar tiga bulan menjabat, Salmon akhirnya diberhentikan dari posisi tersebut oleh pejabat pemerintah daerah saat itu.

 

Saat ini, masyarakat kembali mendesak agar pemerintah daerah mempertimbangkan aspirasi warga sebelum mengambil keputusan terkait penunjukan pejabat desa. Warga menilai sosok pemimpin desa harus memiliki integritas serta mendapat kepercayaan masyarakat.

 

Warga juga meminta Bupati agar meninjau kembali keputusan terkait rencana pelantikan tersebut. Mereka berharap pemerintah daerah dapat mengambil langkah yang dapat menjaga ketertiban serta kepercayaan masyarakat di Desa Lokki.

 

Bahkan, sebagian warga menyatakan siap melakukan aksi dengan mendatangi Kantor Bupati SBB, apabila pelantikan tetap dilakukan. Mereka menegaskan langkah tersebut sebagai bentuk protes terhadap rencana pelantikan yang dinilai tidak mencerminkan aspirasi masyarakat setempat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.