SeramSBB,CahayaMediaTimur.com-Sebuah pandangan moral dan konstitusional, yang harus beta sampaikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB).
Kabupaten Seram Bagian Barat dibentuk bukan untuk menjadi alat kepentingan kelompok tertentu, bukan pula sebagai ruang intimidasi sosial melalui simbol, gelar, ataupun organisasi yang menakut-nakuti masyarakat. Daerah ini lahir melalui perjuangan panjang para pendiri negeri, para raja-raja adat terdahulu, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen rakyat yang menginginkan terciptanya pemerintahan yang adil, demokratis, dan berdaulat di atas kepentingan rakyat.
Selama beta mengikuti perjalanan daerah ini dari masa ke masa, dari satu kepemimpinan ke kepemimpinan berikutnya, selalu muncul berbagai organisasi dengan nama dan semboyan yang berbeda-beda. Itu adalah hal yang sah dalam negara demokrasi. Namun demokrasi tidak boleh berubah menjadi alat tekanan, alat penguasaan birokrasi, ataupun alat untuk menciptakan rasa takut di tengah masyarakat.
Belakangan ini beta mendengar ada istilah “9 Kepala Naga” yang disebut-sebut telah mengobrak abrik birokrasi pemerintahan
daerah, sehingga apa yang diharapkan oleh masyarakat terkait yang disebut perimbangan, sudah tercabik cabik akibat sistim minoritas telah menguasai mayoritas, alias anak negeri menjadi penonton dinegeri sendiri.
Sebagai putra asli Kabupaten Seram Bagian Barat, batin beta menolak segala bentuk narasi yang berpotensi mencederai prinsip negara hukum. Perlu dipahami bahwa pemerintahan daerah diatur oleh konstitusi, oleh aturan dan undang-undang, bukan oleh simbol kelompok, tekanan organisasi, ataupun kekuatan bayangan di luar sistem demokrasi.
The rule of law must stand above all interests. No group is above the Constitution. Tidak ada satu kelompok pun yang boleh berdiri lebih tinggi dari pada hukum dan kedaulatan rakyat.
Apa yang beta sampaikan hari ini bukan ancaman kepada siapa pun. Ini adalah bentuk tanggung jawab moral seorang anak negeri terhadap tanah kelahirannya. Beta berbicara berdasarkan realita lapangan, berdasarkan data dan catatan yang selama ini beta himpun sebagai bagian dari masyarakat yang hidup dan tumbuh di daerah ini.
Mungkin catatan beta tidak seluas lautan dan tidak sepanjang cakrawala, tetapi beta percaya bahwa seorang manusia yang memiliki hati nurani tidak boleh memilih diam ketika melihat ketidakadilan tumbuh di depan matanya. Silence in the face of injustice is a form of indirect approval. Diam terhadap ketidakbenaran sama saja membiarkan kehancuran berjalan perlahan.
Beta sering dihujat, difitnah, bahkan dituduh memiliki kepentingan tertentu ketika membela kebenaran dan meluruskan kezaliman terhadap para pemimpin. Namun beta tegaskan: keberpihakan beta bukan kepada individu, bukan kepada kelompok, melainkan kepada prinsip keadilan, transparansi, dan masa depan daerah ini.
Beta bukan robot yang dapat dikendalikan dengan remote control kekuasaan. Beta bukan pemuda yang mudah diarahkan demi kepentingan sesaat. Beta berdiri dengan kesadaran sendiri, berpikir dengan akal sehat sendiri, dan berbicara dengan tanggung jawab sendiri.
Hari ini beta menyatakan bahwa beta akan terus mengawal dan membuka sembilan bahkan lebih, persoalan besar yang selama ini menjadi catatan utama beta sebagai tokoh pemuda Kabupaten Seram Bagian Barat. Semua itu akan beta lakukan dengan pendekatan hukum, pendekatan data, dan pendekatan moral demi kepentingan rakyat serta kemajuan daerah.
Karena sesungguhnya kekuasaan tanpa moral akan melahirkan kesewenang-wenangan, organisasi tanpa etika akan melahirkan ketakutan, dan kepemimpinan tanpa hati nurani hanya akan meninggalkan luka bagi masyarakat.
Kabupaten Seram Bagian Barat tidak dibangun untuk ditakuti rakyatnya sendiri. Kabupaten ini dibangun untuk melindungi rakyat, mempersatukan negeri-negeri adat, menjaga martabat masyarakat, dan menciptakan kesejahteraan bersama.
Negara telah mengatur dengan jelas bahwa seluruh penyelenggaraan pemerintahan harus berjalan berdasarkan aturan dan undang-undang yang menjadi satu kesatuan dalam sistem hukum nasional. Oleh sebab itu, siapa pun yang ingin mengatur daerah ini wajib tunduk pada konstitusi, etika pemerintahan, dan kepentingan rakyat di atas kepentingan golongan.
Beta akan tetap berdiri bersama rakyat. Beta akan tetap menyuarakan kebenaran. Dan beta tidak akan mundur hanya karena intimidasi, tekanan, ataupun simbol-simbol kekuasaan yang mencoba menakut-nakuti masyarakat.
Karena bagi beta keberanian terbesar bukanlah menjadi penguasa, melainkan tetap jujur ketika banyak orang memilih diam.
“Moralitas adalah fondasi peradaban, dan hukum adalah penjaga keadilan. Ketika keduanya dipisahkan, maka kehancuran hanya tinggal menunggu waktu.”






