Kairatu,CahayaMediaTimur.com-Ratusan siswa siswi Sekolah Dasar(SD) dan Madrasah Tsanawiah, kecamatan Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat(SBB),keracunan Makanan Bergizi Gratis(MBG),tiba-tiba ratusan siswa -siswi dilarikan ke Rumah Sakit(RS)terdekat untuk dilakukan pertolongan pertama oleh para medis atau petugas kesehatan setempat, Senin(20/10/2025).
Dari hasil pantauan media ini pasa salah akun media sosial Fesbooc oleh salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat(DPRD) kabupaten SBB) sebut saja Fredy Pentury .
Dalam unggahannya,ia mengatakan , telah terjadi keracunan pada anak-anak,ketika mengkonsumsi Makanan Bergizi Gratis(BMG) dan Polsek Kairatu segera bergerak cepat untuk menginvestigasi MBG tersebut,ujar Pentury.
Ia meminta agar, segera mengambil tindakan cepat untuk anak-anak peserta didik yang mengalami keracunan dan diduga dari MBG.”
Terkait kasus ini menjadi perhatian Pemerintah Pusat(Pempus) dalam menyalurkan MBG bagi Siswa-Siswi atau para peserta didik, yang bukan lagi Makanan Bergizi, tapi makanan beracun yang membawa malapetaka bagi anak-anak kita.
“Saya berikan apresiasi kepada kepala Puskesmas Kairatu dan para medis atau tenaga kesehatan lainnya yang turut menangani anak-anak kita yang terkena keracunan.
Hal ini perlu di evaluasi oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, bahkan Pemerintah Kabupaten SBB, untuk mengevaluasikan atau menghentikan MBG sementara di Kabupaten SBB,tegas Pentury.
Sementara itu salah satu masyarakat Kairatu juga menyebutkan, ini bukan Makanan Bergizi Gratis, tapi makanan taparego,ungkapnya dengan dialeg Seram.”Tuhan dong mau bunuh katong punya generasi muda banyak-banyak ini ka?sebutnya dengan nada ketakutan, ketika melihat para korban yang adalah anak-anak.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten SBB, Gariman Kurniawan, S.KM.,pada media ini lewat via Telepon selulernya,Selasa(21/10/2025) mengatakan, untuk total kasus ,Desa Waimital 55 anak,semunya sudah pulang tinggal 6 orang yang masih di tangani, sedangkan untuk Kairatu 88 orang, semua sudah tertangani dengan baik,jelasnya.
Untuk diketahui total para korban sebanyak 143 orang.
