Nusamba, Benteng Perdamaian Maluku

oleh -0 views

Ambon,CahayaMediaTimur.com-Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, menyebut ikatan Nusamba (Nusalaut–Ambalau) sebagai benteng nyata perdamaian umat di Maluku yang harus dijaga di tengah tekanan zaman.
Pernyataan itu disampaikan dalam Halal Bihalal Keluarga Besar Nusamba Provinsi Maluku di Gedung Islamic Center Ambon, Selasa (13/4/2026), di hadapan tokoh agama dan masyarakat lintas latar belakang.

“Ini bukan sekadar acara. Ini energi persaudaraan yang nyata. Nusamba adalah bukti bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah,” tegas Lewerissa.

Ia menekankan, tradisi halal bihalal sebagai warisan Islam Nusantara menjadi perekat sosial yang tidak dimiliki banyak negara muslim lain. Dalam konteks Maluku, nilai itu hidup dalam ikatan pela gandong yang menghubungkan Nusalaut dan Ambalau lintas generasi.

Menurutnya, kekuatan tersebut bukan simbol seremonial, melainkan praktik nyata toleransi yang terus hidup dan teruji.
“Ini bukan rekayasa, bukan pencitraan. Ini fakta sosial yang diwariskan leluhur dan harus kita jaga,” ujarnya.

Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, Lewerissa mengingatkan masyarakat agar tidak larut dalam keluhan. Ia meminta warga Maluku tetap kuat dan adaptif menghadapi situasi global yang berdampak hingga daerah.

“Situasi sulit ini nyata. Tapi kita tidak boleh kalah. Kita harus bertahan dan melewatinya bersama,” katanya.

Ia juga menyoroti kesenjangan pembangunan antarwilayah, termasuk kondisi infrastruktur di Nusalaut dan Ambalau. Pemerintah, kata dia, terus berupaya mempercepat pembangunan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran.

Sejumlah program prioritas tetap dijalankan, mulai dari pembangunan rumah layak huni, sekolah, hingga fasilitas kesehatan. Pemerintah juga mendorong pemerataan pembangunan agar tidak ada wilayah yang tertinggal.

Selain itu, Lewerissa memberi peringatan keras sekaligus dorongan kepada generasi muda Maluku untuk tidak hanya bergantung pada pendidikan formal, tetapi juga membekali diri dengan keterampilan.

Ia menyinggung peluang besar dari proyek strategis seperti Blok Masela dan pengembangan Maluku Integrated Port yang diperkirakan menyerap ribuan tenaga kerja.

“Jangan sampai peluang besar datang, tapi kita tidak siap. Keterampilan itu kunci,” tegasnya.

Sementara itu, Sekjen Nusamba Provinsi Maluku, Yani Parinusa, menilai halal bihalal sebagai momentum penting untuk meruntuhkan sekat dan memperkuat hubungan persaudaraan.

“Kadang yang memisahkan kita itu hal kecil. Di sini kita belajar saling memaafkan dan kembali dengan hati yang bersih,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan sejarah panjang solidaritas antara Nusalaut dan Ambalau, termasuk kerja sama di bidang pendidikan sejak puluhan tahun lalu sebagai bukti nyata hubungan adik-kakak yang tidak terpisahkan.

Acara ini menjadi penegasan bahwa di tengah berbagai tantangan, Maluku masih memiliki modal sosial kuat berupa persaudaraan lintas agama dan budaya.
Pemerintah berharap, semangat Nusamba tidak hanya dijaga sebagai tradisi, tetapi diperkuat sebagai fondasi membangun Maluku yang damai dan tangguh di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.