Namlea,CahayaMediaTimur.com-Ribuan jagung ketan sukses dipanen Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea atas hasil dari program pembinaan kemandirian warga binaan. Panen itu terlaksana pada Senin (11/5) dengan hasil panen mencapai 1500 buah jagung atau sekitar 450 Kg dari lahan sebesar 1200 m2 yang terletak di lahan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) Lapas.
Hasil panen tersebut langsung dibeli pengepul sayuran sekitar dan para pegawai dan selanjutnya akan didistribusikan ke pasaran luas.
“Hari kita panen 450 Kg jagung ketan sebagai panen jagung ketiga yang kami laksanakan dalam tiga bulan terakhir dan Alhamdulillah langsung dibeli pengepul sayuran untuk dijual lagi ke masyarakat. Selain itu, sisanya kami juga jual kepada pegawai karena memang banyak minatnya untuk jagung ini,” ujar Pelaksana Harian Kepala Lapas Namlea, Mustapa La Abidin.
Dikatakannya, jagung ketan ini dijual Rp. 10.000 per 7 buah untuk yang mentah sedangkan yang sudah direbus dijual 5 buah dengan Rp. 10.000. “kita jual biasanya didepan halaman Lapas dan lumayan banyak pembeli yang lewat. Harganya kita bedakan dan sedikit lebih murah dibanding harga pasar,” tambah Mustafa.
Sementara, salah satu warga binaan, TW, mengatakan tanaman jagung merupakan komoditas yang sangat menjanjikan jika dibanding tanaman lain yang rentan terkena hama sehingga menyebabkan kurangnya hasil panen. “Di musim yang tidak menentu ini membuat beberapa jenis tanaman tumbuh kurang sehat, tapi jagung mampu tumbuh normal dengan hasil panen yang konsisten,” tutur TW.
Hasil panen ini selanjutnya akan diputar untuk modal penanaman kembali dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 70% dan 30% dibagikan sebagai premi untuk warga binaan.




