Ambon,CahayaMediaTimur.com-Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan yang masih membelit Kota Ambon. Di tengah capaian pembangunan yang dinilai cukup menggembirakan, ia justru mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bersama-sama.
Hal itu disampaikan Bodewin dalam pidatonya pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Ambon dalam rangka menyambut HUT ke-451 Kota Ambon di ruang sidang utama DPRD Kota Ambon, Jumat (4/9/2026).
Bodewin menyebut usia 451 tahun bukan sekadar angka, tetapi perjalanan panjang yang memperlihatkan ketangguhan masyarakat Ambon dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari bencana, konflik sosial, tekanan ekonomi hingga perubahan zaman.
Karena itu, momentum HUT ke-451 harus menjadi ruang refleksi sekaligus memperkuat komitmen seluruh elemen untuk membangun Ambon lebih baik.
Menurut Bodewin, sejumlah indikator pembangunan menunjukkan perkembangan positif. Pertumbuhan ekonomi Kota Ambon hingga kuartal pertama 2026 tercatat 6,09 persen, sementara inflasi pada Juli 2026 berada di angka 2,9 persen.
Pemerintah Kota Ambon juga mencatat sejumlah capaian melalui 17 program prioritas pembangunan, mulai dari pengembangan jaringan air bersih, pengelolaan sampah, perbaikan infrastruktur, penguatan UMKM, investasi, pelayanan publik, pendidikan dan kesehatan, hingga pengembangan pariwisata serta ekonomi kreatif.
Di sektor investasi, misalnya, realisasi penanaman modal pada semester pertama 2026 mencapai sekitar Rp847 miliar, atau tumbuh 180 persen.
Namun, Bodewin menegaskan capaian tersebut tidak boleh membuat pemerintah terlena.
Masih terdapat persoalan serius yang harus dibenahi, termasuk kualitas infrastruktur, jalan rusak, kebutuhan air bersih, pengelolaan sampah, kerentanan bencana, ketimpangan kepadatan penduduk serta kemiskinan yang masih menjadi tantangan.
Ia bahkan mengakui tingkat kemiskinan Kota Ambon masih berada di angka 11,37 persen.
“Banyak hal yang mesti kita lakukan secara bersama-sama. Tidak ada yang bisa menyelesaikan persoalan-persoalan ini sendiri, pemerintah kota pun tidak mampu,” tegas Bodewin.
Pernyataan tersebut menjadi salah satu penekanan utama dalam pidatonya. Ia mengajak DPRD Kota Ambon, Forkopimda, dunia usaha, komunitas dan seluruh masyarakat untuk tidak berjalan sendiri-sendiri dalam menghadapi persoalan kota.
Ambon Bersih Bukan Sekadar Slogan
Memasuki usia ke-451, Pemkot Ambon mengusung tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju.”
Bodewin menegaskan tema tersebut bukan sekadar slogan atau branding pemerintah daerah, tetapi harus menjadi gerakan bersama seluruh warga.
Bersih, kata dia, bukan hanya menyangkut lingkungan fisik. Kebersihan juga harus tercermin dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik dan perilaku masyarakat.
Ia meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, menjaga sungai, laut dan pesisir, tidak menebang pohon secara sembarangan serta ikut merawat fasilitas umum.
“Jangan berpikir bahwa kebersihan semata-mata tugas pemerintah. Pemerintah menyediakan kebijakan, fasilitas dan pelayanan, tetapi masyarakat adalah kekuatan utama yang menentukan wajah kota ini,” ujarnya.
Bodewin juga mengingatkan pentingnya membersihkan birokrasi dari praktik korupsi, pungutan liar dan berbagai tindakan yang dapat menghambat pembangunan.
Menurutnya, sebagai ibu kota Provinsi Maluku, perkembangan Kota Ambon akan memberikan dampak terhadap wajah Maluku secara keseluruhan.
Karena itu, pembangunan kota harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, ekonomi, lingkungan dan kualitas hidup masyarakat.
Pesan Tegas untuk Jajaran Pemkot
Di akhir pidatonya, Bodewin juga memberikan pesan khusus kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Ambon.
Ia meminta aparatur tidak sekadar mengejar penyelesaian program maupun serapan anggaran, tetapi memastikan setiap kebijakan benar-benar menjawab persoalan masyarakat.
“Bekerjalah keras, bekerja cerdas, tetapi juga ingat bekerjalah dengan benar,” pesan Bodewin.






