Ambon,CahayaMediaTimur.com-Pemerintah Provinsi Maluku diminta hadir dan mengambil langkah konkret untuk memastikan proses perekrutan tenaga kerja pada Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela berlangsung secara adil, transparan, dan memberikan kesempatan yang setara bagi masyarakat Maluku.
Permintaan tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi PDI Perjuangan, Yan Zamora Noah, yang menilai proses perekrutan tenaga kerja yang dilakukan oleh Petrosea menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya generasi muda Maluku dan masyarakat Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).
“Perekrutan tenaga kerja untuk PSN Blok Masela seharusnya memberikan peluang yang sama bagi seluruh masyarakat pencari kerja di Maluku. Jangan sampai proses perekrutan ini justru melukai rasa keadilan masyarakat, khususnya anak-anak Maluku yang berharap mendapatkan kesempatan bekerja di daerahnya sendiri,” kata Yan Zamora Noah.
Menurut Yan, pemerintah provinsi perlu memediasi persoalan tersebut dengan pihak-pihak terkait, termasuk perusahaan penerima tenaga kerja, sehingga pola perekrutan dapat dilakukan secara lebih terbuka dan memberikan ruang yang proporsional bagi tenaga kerja lokal.
“Saya sudah meminta tanggapan dari Kepala Dinas Nakertrans Provinsi Maluku dan meminta agar persoalan ini mendapat perhatian serius. Pihak penerima tenaga kerja harus mempertimbangkan kembali pola penerimaan tenaga kerja sehingga kesempatan dapat diberikan kepada semua anak Maluku,” ujarnya.
Ia secara khusus meminta agar masyarakat Kabupaten Maluku Barat Daya mendapatkan perhatian dalam proses tersebut. Menurutnya, MBD tidak boleh dipandang hanya sebagai daerah pendukung, tetapi juga harus mendapatkan ruang karena memiliki keterkaitan langsung dengan pengembangan PSN Blok Masela.
“Secara khusus, anak-anak Maluku Barat Daya harus diberikan kesempatan. MBD merupakan daerah penghasil, bukan sekadar daerah pendukung. Karena itu, masyarakat MBD harus mendapatkan kesempatan yang adil untuk terlibat dalam proyek strategis ini,” tegasnya.
Selain persoalan perekrutan, Yan juga meminta Pemerintah Provinsi Maluku memberikan perhatian serius terhadap kesiapan sumber daya manusia. Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan tenaga kerja profesional melalui program pendidikan dan pelatihan yang disertai sertifikasi kompetensi.
“Saya sudah menyampaikan kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah dalam rapat Badan Anggaran pembahasan APBD Perubahan 2026 beberapa hari lalu agar pemerintah memberikan keberpihakan anggaran untuk menyiapkan tenaga kerja profesional yang siap pakai. Anak-anak Maluku harus dibekali pendidikan, pelatihan dan sertifikasi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar kerja,” jelasnya.
Yan menilai kesiapan sumber daya manusia harus menjadi bagian penting dari kebijakan pemerintah daerah dalam menghadapi peluang investasi dan pembangunan berskala besar di Maluku.
Di sisi lain, ia juga meminta Gubernur Maluku berkoordinasi dengan pihak Inpex untuk membuka informasi secara jelas mengenai kebutuhan tenaga kerja pada PSN Blok Masela. Informasi tersebut, kata dia, penting agar pemerintah daerah dan masyarakat dapat mempersiapkan tenaga kerja sesuai kebutuhan proyek.
“Pemerintah provinsi, dalam hal ini Bapak Gubernur, harus meminta pihak Inpex memberikan informasi secara pasti dan terbuka mengenai kebutuhan tenaga kerja di PSN Blok Masela, baik jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan maupun kualifikasi pendidikan dan sertifikasi yang dipersyaratkan,” katanya.
Menurutnya, hingga saat ini informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja tersebut belum disampaikan secara terbuka kepada masyarakat sehingga menimbulkan pertanyaan dan keresahan.
“Kalau informasi mengenai jumlah kebutuhan tenaga kerja dan kualifikasinya dibuka secara transparan, pemerintah bersama lembaga pendidikan dan pelatihan dapat mempersiapkan anak-anak Maluku sejak awal. Jangan sampai ketika proyek berjalan, tenaga kerja lokal justru tidak memiliki kompetensi yang sesuai,” tambahnya.
Yan berharap Pemerintah Provinsi Maluku dapat mengambil peran aktif dalam memastikan manfaat pembangunan PSN Blok Masela dapat dirasakan masyarakat Maluku, termasuk melalui kesempatan kerja yang terbuka dan berkeadilan.
“Harapan kami, Pak Gubernur harus hadir memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat Maluku. Pembangunan Blok Masela harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan membuka kesempatan kerja bagi anak-anak Maluku, bukan justru membuat mereka merasa tersisih di daerah sendiri,” pungkas Yan Zamora Noah.





