Ambon,CahayaMediaTimur.com-
Dosen Pengampu:
Dr. Jenny K. Matitaputty, M.Pd
Mata Kuliah:
Jurnalisme dan Kepariwisataan Sejarah
Disusun oleh Kelompok:
Ekklesia Ribka Hitijahubessy
Maurha Olivya De Queljoe
Hiriyanti Namkatu
Hilda Lessy
Husen Solissa
Program Studi Pendidikan Sejarah
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Pattimura Ambon
Di tengah hiruk-pikuk Kota Ambon, berdiri kokoh sebuah monumen yang menjadi simbol perjuangan dan keberanian seorang pahlawan perempuan Maluku, yaitu Patung Martha Christina Tiahahu. Kehadiran patung ini bukan sekadar penghias kota, melainkan pengingat akan semangat juang rakyat Maluku dalam melawan penjajahan.
Martha Christina Tiahahu dikenal sebagai sosok perempuan muda yang memiliki jiwa patriotisme tinggi. Dalam usia yang masih sangat muda, ia turut terlibat dalam perjuangan rakyat Maluku melawan penjajah Belanda bersama Kapitan Pattimura. Keberaniannya menjadikan dirinya sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, khususnya di Maluku.
Patung yang berdiri megah di kawasan Karang Panjang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah perjuangan rakyat Maluku. Dengan posisi tegak dan penuh wibawa, monumen tersebut menggambarkan semangat pantang menyerah serta keberanian seorang perempuan dalam mempertahankan tanah airnya.
Monumen bersejarah ini terletak di kawasan strategis Kota Ambon dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang banyak dikunjungi masyarakat maupun wisatawan. Dari lokasi ini, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan indah kota dan teluk Ambon dari ketinggian.
Bagi generasi muda, keberadaan patung ini memiliki makna yang sangat penting. Monumen tersebut mengajarkan bahwa perjuangan tidak selalu dilakukan dengan senjata, tetapi juga melalui semangat, keberanian, dan kecintaan terhadap bangsa. Nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Martha Christina Tiahahu diharapkan mampu menginspirasi generasi sekarang untuk terus menjaga persatuan dan menghargai sejarah bangsa.
Hingga saat ini, nama Martha Christina Tiahahu tetap hidup dalam ingatan masyarakat Maluku dan Indonesia. Patung yang berdiri kokoh itu seakan menyampaikan pesan bahwa sejarah perjuangan tidak akan pernah mati selama masih dikenang dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.




