SAUMLAKI,CahayaMediaTimur.com-Jelang Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2025, Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Maluku, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Saumlaki, kembali melaksanakan sosialisi pencegahan kekerasan terhadap anak, dengan dengan melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH) Di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Selasa (22/07). Bertempat di Halaman Balai Pembinaan Umat (BPU) sejahtera, kegiatan di awali dengan jalan santai dan senam bersama, diikuti oleh siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) se-kota saumlaki.
turut hadir dalam kegiatan ini, Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr.Juliana Ratuanak, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kepulauan Tanimbar.
Kepala Bapas Saumlaki, Hesta Van Harling mengatakan, kegiatan sosialisasi ini merupakan rangkaian kegiatan menjelang peringatan Hari Anak nasional tahun 2025, selain itu giat ini merupakan bentuk komitmen dan peran aktif Bapas Saumlaki dalam memberikan edukasi pencegahan kekerasan terhadap anak yang sudah di dahului dengan penandatangan kerjasasama dengan sekolah-sekolah di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
“anak-anak merupakan aset dan masa depan bangsa, mereka berhak untuk hidup aman , tumbuh dalam lingkungan kasih sayang, bebas dari segala bentuk kekerasan fisik,psikis,maupun verbal” ungkap Hesta.
dalam kesempatan ini, Kabapas juga mengajak semua pihak, baik itu masyarakat, APH dan pemerintah untuk sadar dan peduli terhadap hak-hak anak, ” saya mengajak seluruh pihak untuk terus komitmen mewujudkan generasi yang sehat, cerdas dan bebas dari kekerasan,” tutur Hesta.
Sosialisasi berjalan dengan baik serta penuh dengan antusias dari siswa-siswi yang mengikuti, selain mendapatkan edukasi tentang kekerasan terhadap anak yang di bawakan oleh APH , kegiatan ini juga di isi dengan sosialisasi tentang kesehatan gigi yang di bawakan oleh dr. Sandra Futwembun.
” Kesehatan gigi dan mulut berpengaruh besar terhadap tumbuh kembang dan kepercayaan diri anak. Oleh karena itu sejak usia dini, anakperlu dibekali pengetahuan dan kebiasaan baik untuk menjaga kesehatan diri mereka demi terwujud generasi emas tahun 2045,” ungkap Sandra.