Namlea,CahayaMediaTimur.com-Klinik pratama Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea diinspeksi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Ambob guna melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap pengelolaan layanan farmasi, Jumat (6/3). Pihak BPOM Ambon yang diwakili Pengawas Farmasi dan Makanan, Sutriyani dan Robi Rahmatul Hamdi melakukan pengambilan data dan pengisian kuesioner bersama petugas kesehatan Lapas, Fransky Uneputty.
“Pada kesempatan ini, kami lakukan pemeriksaan terhadap pengelolaan obat, narkotika, psikotropika, dan prekursor di sarana pelayanan kefarmasian klinik Lapas Namlea. Yang kami periksa antara lain adalah prosedur penerimaan dan penyimpanan obat dan penyalurannya kepada pasien atau penerima layanan kesehatan,” ucap Sutriyani.
Dalam inspeksi tersebut, petugas BPOM mencatat beberapa hal yang dijadikan evaluasi bagi klinik Lapas Namlea diantaranya terkait sarana-prasarana, ketersediaan SDM, pemusnahan obat-obatan yang sudah kadarluarsa, prosedur pemberian resep obat, dan pelaporan obat-obatan narkotika dan psikotropika.
Petugas kesehatan Lapas, Fransky Uneputty menjelaskan temuan dan rekomendasi perbaikan dari BPOM akan segera ditindaklanjuti.
“Mengingat klinik kami baru berdiri tahun 2024 dan mendapatkan izin resmi dari DPMPTSP setempat, masih terdapat beberapa kendala yang kami hadapi, seperti keterbatasan tenaga apoteker yang seharusnya bertanggung jawab dalam pengelolaan keluar masuk obat. Selain itu, untuk pemusnahan obat yang telah kedaluwarsa saat ini kami menggunakan metode pembakaran. Ke depan, bukti, dokumentasi, serta laporan pemusnahan obat akan kami lengkapi sesuai ketentuan,” jelas Fransky.
Hal senada juga disampaikan Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, ia menegaskan bahwasannya Lapas Namlea berkomitmen penuh menjalankan klinik sesuai dengan Standar Pelayanan Kefarmasian di Klinik yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 34 Tahun 2021.
“Inspeksi dari BPOM merupakan bagian dari upaya optimalisasi layanan klinik yang telah kami jalankan. Berbagai kekurangan yang masih ada akan segera kami perbaiki secara optimal dan disesuaikan dengan standar yang ditetapkan,” tegasnya.
