Piru,CahayaMediaTimur.com-Lapas Kelas IIB Piru terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian Warga Binaan melalui program peningkatan literasi dasar. Pada Jumat, (30/01), peserta magang terlibat langsung dalam kegiatan pendampingan membaca dan menulis bagi Warga Binaan yang masih memiliki keterbatasan literasi dasar yang berlangsung pada perpustakaan Lapas Piru.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk membekali Warga Binaan dengan kemampuan dasar yang sangat penting bagi kehidupan mereka, baik selama menjalani masa pidana maupun setelah kembali ke tengah masyarakat. Peserta magang berperan sebagai pendamping belajar, membantu Warga Binaan mengenal huruf, membaca kalimat sederhana, hingga menulis secara mandiri.
Kepala Lapas Piru, Hery Kusbandono, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen lembaga dalam menghadirkan pembinaan yang humanis dan bermakna. “Kami percaya bahwa literasi adalah pintu awal menuju perubahan. Melalui keterlibatan peserta magang, Warga Binaan mendapatkan pendampingan yang lebih intensif dan personal, sehingga proses belajar menjadi lebih efektif,” ujar Hery.
Senada dengan itu, Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Wikrama Jaya, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan riil Warga Binaan. “Masih terdapat Warga Binaan yang belum memiliki kemampuan literasi dasar secara memadai. Kehadiran peserta magang sangat membantu kami dalam memperluas jangkauan pembinaan, sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih akrab dan tidak kaku,” tuturnya.
Dari sisi Warga Binaan, program ini dirasakan membawa dampak positif yang signifikan. Salah satu Warga Binaan berinisial O mengaku sangat terbantu dengan adanya pendampingan tersebut. “Dulu saya merasa minder karena belum lancar membaca dan menulis. Sekarang, dengan bimbingan dari petugas dan peserta magang, saya mulai percaya diri. Saya ingin bisa membaca buku sendiri dan menulis surat untuk keluarga,” ungkapnya.
Melalui program ini, Lapas Piru berharap dapat terus menghadirkan pembinaan kepribadian yang tidak hanya berorientasi pada kepatuhan aturan, tetapi juga pada pengembangan potensi dan martabat Warga Binaan. Kolaborasi antara petugas, peserta magang, dan Warga Binaan menjadi bukti bahwa perubahan positif dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti belajar membaca dan menulis, namun berdampak besar bagi masa depan mereka.





