Piru,CahayaMediaTimur.com-Salah satu tokoh pemuda di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, Mozes Rutumalessy, menyatakan siap mengawal keputusan Bupati SBB terkait perpanjangan masa jabatan Pj. Kepala Desa Lokki, Reizen Salawane.
Mozes menegaskan, Kabupaten SBB bukanlah tempat untuk memelihara kelompok yang menjalankan dendam terhadap pihak-pihak yang tidak sejalan dengan mereka. Menurutnya, kondisi seperti itu tidak sehat bagi pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat di daerah yang dikenal dengan julukan Saka Mese Nusa tersebut.
Dalam keterangannya, Mozes mengaku dirinya merupakan salah satu orang yang kerap menyampaikan kritik terhadap kepala daerah di Seram Bagian Barat. Namun, ia menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukanlah bentuk hinaan ataupun ancaman.
“Yang saya lakukan adalah memberikan dorongan kepada kepala daerah yang sedang menjalankan tugas, demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di kabupaten ini,” tegas Mozes, Minggu (8/3/2026).
Ia menjelaskan, sebagai warga yang peduli terhadap kemajuan daerah, dirinya merasa berkewajiban mendorong pemerintah melalui informasi publik. Selain itu, ia juga mengamati berbagai kebijakan serta keputusan yang dikeluarkan oleh kepala daerah.
Mozes membantah tudingan yang menyebut dirinya menyerang atau mengancam Bupati, sebagaimana diberitakan di beberapa media online. Ia menilai pemberitaan tersebut tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya terjadi.
Terkait keputusan Bupati SBB, Ir. Asri Arman, yang memperpanjang masa jabatan Reizen Salawane sebagai penjabat Kepala Desa Lokki, Mozes menilai langkah tersebut sudah tepat. Ia menyebut Reizen masih mendapatkan dukungan dari masyarakat di seluruh petuanan Desa Lokki serta enam kepala dusun yang ada di wilayah tersebut.
Mozes juga menanggapi isu yang menuding Reizen Salawane menyelewengkan anggaran sebesar Rp90 juta yang diperuntukkan bagi petani. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan hoaks serta fitnah terhadap penjabat kepala desa tersebut.
“Karena dana TEKAD yang mereka tuduhkan itu tidak masuk ke rekening desa, etapi langsung ke rekening kelompok,” ujarnya.
Untuk memastikan kebenaran informasi itu, Mozes mengaku telah bertemu dengan sejumlah petani di petuanan Lokki. Menurutnya, para petani justru membantah keras tudingan tersebut dan menyatakan bahwa mereka merasa terbantu dengan perhatian yang diberikan oleh penjabat kepala desa.
“Para petani bahkan mengatakan selama ini hanya ada dua penjabat kepala desa yang benar-benar peduli terhadap mereka di petuanan Lokki, yaitu saudara Demitri Y. Riri dan yang sekarang Reizen Salawane,” jelasnya.
Selain itu, Mozes juga menghubungi salah satu ketua kelompok tani terkait penggunaan anggaran Rp90 juta tersebut. Dari hasil konfirmasi yang diperolehnya, dana tersebut tidak masuk melalui rekening desa, melainkan melalui rekening kelompok tani.
Ia menjelaskan bahwa dana tersebut dicairkan oleh ketua kelompok tani dan digunakan untuk membeli berbagai kebutuhan petani, seperti kultivator, mesin potong rumput, mesin Alkon, mesin Sanyo, kertas mulsa, paranet, bibit tanaman, pupuk, obat-obatan, serta perlengkapan pertanian lainnya.
Mozes menambahkan, sebagian petani juga menyampaikan bahwa ada sekelompok kecil yang tidak senang dengan kepemimpinan Reizen Salawane. Kelompok tersebut, kata Mozes, menilai penjabat kepala desa terlalu memperhatikan masyarakat Binongko yang berada di wilayah petuanan.
Menurut Mozes, para petani tetap bersikeras agar Reizen Salawane dapat melanjutkan masa jabatannya sebagai penjabat kepala desa. Mereka bahkan meminta Mozes untuk menyampaikan aspirasi tersebut langsung kepada Bupati.
“Saya hanya menyampaikan amanat dari para petani kepada pak bupati. Jadi kalau ada yang mengatakan saya mengancam atau menekan bupati, itu tidak benar,” jelasnya.
Mozes juga mengungkapkan bahwa selain para petani, ribuan warga di petuanan Lokki serta para kepala dusun berharap agar keputusan bupati untuk melanjutkan masa jabatan Reizen Salawane tetap dipertahankan.
Ia menambahkan, masyarakat bahkan menyatakan siap bersikap tegas jika ada kelompok yang terus membuat kegaduhan di desa tersebut. Menurutnya, warga bersama enam dusun di petuanan Lokki siap mengambil langkah tegas, termasuk kemungkinan memisahkan diri dari Desa Lokki jika situasi terus memanas





