Ambon,CahayaMediaTimur.com-Balai Desa Hunuth, Selasa (27/01/2026), menjadi ruang belajar lintas negara. Sebanyak 27 peserta kursus Governance and Public Policy Making for Sub-National Governments memilih desa sebagai titik refleksi kebijakan publik yang menyentuh langsung masyarakat.
Dalam sambutan Wali Kota Ambon yang disampaikan Staf Ahli Rustam Simanjuntak, ditegaskan bahwa desa bukan sekadar objek pembangunan, tetapi aktor penting dalam merawat nilai inklusivitas, toleransi, dan kebersamaan.
“Kursus ini bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi tentang bagaimana kebijakan publik hadir secara manusiawi dan adil,” ujarnya.
Rustam menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Australia dan Australia House atas komitmen membangun ruang pembelajaran yang mempertemukan teori dengan praktik nyata di lapangan.
Menurutnya, nilai toleransi dan kemanusiaan yang dipelajari dalam program ini harus diterjemahkan ke dalam pelayanan publik sehari-hari, agar kebijakan tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan masyarakat.





