Piru,CahayaMediaTimur.com-Program pembinaan kemandirian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Piru kembali menunjukkan hasil positif. Karya mebeler hasil tangan terampil Warga Binaan kini semakin diminati oleh masyarakat. Pada Jumat (23/01), terpantau Warga Binaan kembali aktif memproduksi pintu dan jendela pada bengkel kerja Lapas Piru yang merupakan pesanan dari masyarakat.
Kasubsi Giatja Lapas Piru, Ode Mustafa, menjelaskan bahwa kali ini pihaknya menerima pesanan langsung dari masyarakat. “Kali ini kami menerima pesanan dari masyarakat atas nama Yohanis, berupa pintu dan jendela. Hal ini menunjukkan bahwa para Warga Binaan berhasil mengolah kayu menjadi produk bernilai guna tinggi, mencerminkan kesungguhan mereka dalam mengikuti program pembinaan yang diberikan dan hasil dari karya Warga Binaan semakin dipercaya dan diminati masyarakat,” ujarnya.
Kalapas Piru, Hery Kusbandono, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan tujuan pemasyarakatan, yakni membina dan memasarkan produk hasil karya Warga Binaan. “Selain menjadi wadah pembinaan, kegiatan ini juga memberi manfaat ekonomi bagi Warga Binaan. Setiap karya yang dihasilkan tidak hanya bernilai guna, tetapi juga memiliki nilai jual yang kompetitif di pasaran. Hal ini sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam Penguatan dan Peningkatan Pendayagunaan Warga Binaan Untuk Menghasilkan dan Memasarkan Produk UMKM” ungkapnya.
Salah satu Warga Binaan berinisial S mengungkapkan rasa syukur dan harunya bisa terlibat dalam program ini. “Dulu saya tidak pernah membayangkan bisa membuat pintu dan jendela seperti ini. Di sini saya belajar banyak, bukan hanya tentang kayu, tapi tentang kehidupan. Saya ingin membuktikan bahwa saya masih bisa berubah dan bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat,” tuturnya.
Program kemandirian meubeler ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan harapan baru bagi Warga Binaan. Melalui kerja keras dan pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Piru berharap para Warga Binaan mampu mandiri secara ekonomi setelah kembali ke masyarakat, serta menjadi contoh bahwa pembinaan yang tepat dapat melahirkan perubahan positif.




