Raja Kaibobo, Kami Akan Lakukan Pertemuan Ina Ama Tala,Eti Sapalewa

oleh -2 views

Kamal,CahayaMediaTimur.com-Warga Negeri Kaibobo, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), melakukan aksi pemalangan di ruas Jalan Trans Seram, Desa Waisarissa, Kecamatan Kairatu Barat, Kamis (25/9/2025).

Pemalangan tersebut buntut dari penolakan pembebasan lahan oleh Desa Waesamu, Kecamatan Kairatu Barat, untuk pembangunan Batalyon TNI Korem XV/Pattimura.

Dalam aksi tersebut warga Kaibobo mengecam tidakan penolakan Desa Waesamu dengan campur tangan Negeri Eti yang mengkalim, bahwa Desa Waesamu masuk dalam petuanan Negeri Eti.

Sementara pihak Negeri Kaibobo secara tegas menyebut, bahwa Desa Waesamu dan sekitarnya sampai di batas Negeri Hatusua, berada dalam petuanan dan hak ulayat Negeri Kaibobo selaku Ina Ama Tala Batai.

Raja Negeri Kaibobo, Alex Kuhuwael, yang ditemui media ini disela-sela aksi pemalangan yang juga dihadiri Bupati SBB dan Forkopimda setempat membenarkan, jika pemalangan dilakukan akibat adanya campur tangan Negeri Eti yang menolak hadirnya Batalyon TNI Korem XV/Pattimura di Waesamu.

Kuhuwael mengatakan, sesuia petunjuk Bupati SBB, Asri Arman, maka Negeri Kaibobo akan segera menyiapkan data-data terkait hak ulayat mereka. Menurut dia, data tersebut akan menjadi dasar penyelesaian dan harus dikoordinasikan dengan para Ina Ama.

“Tadi Bupati sampaikan bahwa tuntutan dari Negeri Kaibobo akan diselesaikan secepatnya, tetapi Kaibobo harus menyiapkan data-data terkait dengan hak ulayat,” ujar Kuhuwael.

 

Koordinasi ini akan melibatkan Ina Ama Batang Air Tala, Ina Ama Batang Eti dan Ina Ama Sapalewa. Tujuannya adalah untuk menyelesaikan semua masalah sengketa hak ulayat dan tapal batas secara komprehensif.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Raja Kaibobo menyebut akan dibentuk Tim Tapal Batas bersama dengan unsur BPD, Pemerintah Desa, dan Saniri Negeri. Tim ini bertugas secara khusus menyiapkan bukti-bukti dan dokumen yang akan memperkuat klaim Negeri Kaibobo.

“Tindak lanjutnya, nanti ada Tim Tapal Batas bersama BPD, Pemerintah Desa, dan Saniri Negeri akan menyiapkan bukti-bukti dokumen yang akan menguatkan Negeri Kaibobo,” tegasnya.

Bukti-bukti ini akan dibawa ke dalam pertemuan dengan pihak-pihak adat yang berwenang, yaitu Inama Tala, Inama Eti, dan Inama Sapalewa.

Raja Kaibobo optimistis terhadap kekuatan bukti yang dimiliki negerinya. Ia menyebutkan bahwa hasil kerja Tim Tapal Batas telah menunjukkan adanya pengakuan-pengakuan dari 5 Ina Ama di Batang Air Tala dan dua anggota, yang dinilai sudah sangat kuat.

Bukti ini akan diuji kekuatannya dalam proses penyelesaian sengketa, terutama jika Desa Wesamu, yang diduga terlibat sengketa, juga menyiapkan bukti-bukti.

“Jika di Desa Wesamu menyiapkan bukti-bukti, maka kita akan melakukan uji kekuatan bukti yang ada sesuai dengan hal-hal yang sudah ditempuh oleh Negeri Ikaibobu,” jelas Raja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.