Langgur,CahayaMediaTimur.com-Gema selawat dan lantunan ayat suci Al-Qur’an mengisi hari-hari di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual sepanjang bulan suci Ramadan. Melalui kerja sama erat dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tual, pihak Lapas mengintensifkan program pembinaan kepribadian berbasis religi guna membekali warga binaan dengan iman yang kokoh, Selasa (03/03).
Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, menegaskan bahwa Ramadan adalah momentum emas untuk melaksanakan muhasabah atau evaluasi diri bagi warga binaan. “Kami ingin memastikan bahwa di balik jeruji besi, para warga binaan tetap mendapatkan hak spiritual mereka secara maksimal. Ramadan ini harus menjadi ‘madrasah’ bagi mereka untuk memperbaiki akhlak dan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” ujarnya.
Senada dengan hal tersebut, Kasi Binadik dan Giatja Lapas Tual, Keneth Huwae, menjelaskan bahwa selama bulan puasa, program pembinaan tidak hanya terbatas pada ibadah wajib, tetapi juga penguatan literasi agama. “Setiap hari, warga binaan muslim dibimbing untuk memperdalam bacaan Al-Qur’an dan mengikuti kajian keagamaan. Kami berharap perubahan perilaku ini terbawa hingga mereka bebas nanti dan kembali ke tengah masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala KUA Dullah Selatan, Abdul Wahid Rumaf, yang hadir sebagai pemateri menekankan pentingnya harapan dalam proses pertobatan. “Setiap ujian adalah bentuk kasih sayang Allah agar hamba-Nya kembali ke jalan yang benar. Melalui bimbingan rohani Ramadan ini, kami mengajak warga binaan untuk tidak berputus asa dan menjadikan setiap detik di bulan suci ini sebagai sarana menjemput ampunan-Nya,” ungkapnya.
Program bimbingan rohani ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Kemenag Tual dan Lapas Tual dalam mewujudkan transformasi mental yang positif bagi warga binaan pemasyarakatan.






