Razia Kamar Hunian, Lapas Saparua Sita Barang Berpotensi Bahaya

oleh -0 views

Saparua,CahayaMediaTimur.com-Kanwil Ditjenpas Maluku, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Saparua menggelar razia rutin kamar hunian warga binaan guna memastikan keamanan dan ketertiban di dalam lapas tetap terjaga. Pemeriksaan dilakukan di Blok I dan Blok II sebagai bagian dari pengawasan internal petugas pemasyarakatan. Rabu, 04/02.

Razia dimulai sekitar pukul 09:00 WIT dan dilaksanakan oleh petugas pengamanan Lapas Saparua dan peserta magang kemnaker di bawah pengawasan Kepala Sub Seksi Keamanan dan Ketertiban (Kasubsi Kamtib), Donny D. Lekatompessy. Selama kegiatan berlangsung, pimpinan lapas turut memantau langsung jalannya penggeledahan guna memastikan pemeriksaan berjalan tertib dan sesuai prosedur.

Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap setiap kamar hunian warga binaan. Pemeriksaan difokuskan untuk memastikan tidak terdapat barang terlarang seperti narkoba, telepon genggam, senjata tajam, maupun benda lain yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Seluruh proses penggeledahan berlangsung kondusif dan tanpa hambatan.

Kasubsi Kamtib Lapas Saparua, Donny D. Lekatompessy, mengatakan hasil razia menunjukkan kondisi lapas relatif terkendali. “Narkoba dan handphone tidak ditemukan. Namun ada beberapa barang yang tetap kami amankan karena berpotensi membahayakan jika disalahgunakan,” tegasnya.

Adapun barang-barang yang diamankan dalam kegiatan tersebut antara lain satu botol kaca, satu sendok logam, dua korek api, dua paku, dan satu kunci. Seluruh barang hasil razia langsung dikumpulkan, dicatat, dan diinventarisir oleh petugas untuk selanjutnya diamankan dan dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menegaskan bahwa penggeledahan rutin merupakan langkah pencegahan yang perlu dilakukan secara konsisten. Menurutnya, pengawasan terhadap kamar hunian tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pada upaya meminimalisir potensi risiko sejak dini.
“Yang kami jaga itu pencegahan. Barang-barang tertentu memang terlihat biasa, tapi di dalam lapas bisa berisiko. Karena itu penggeledahan rutin perlu dilakukan supaya kondisi tetap aman dan tidak berkembang jadi masalah,” ujarnya.

Ia menambahkan, pengawasan internal akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas keamanan dan mendukung kelancaran proses pembinaan warga binaan. Selama kegiatan razia berlangsung, situasi lapas terpantau aman dan warga binaan bersikap kooperatif mengikuti arahan petugas.