Ambon,CahayaMediaTimur.com-Rektor Universiras Pattimura(Unpatti)Ambon,Dr.Prof Fredy Lewakabessy S.Pd,M.Si,usai menjadi pembina upacara dalam memperingati Hari Pendidikan(Hardiknas)Nasional yang ke 67,kepada awak media mengatakan berbagai upaya yang dilakukan tidak hanya pada aspek akademik, tapi penciptaan ekonomi baru untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara termasuk mengantisipasi dampak digitalisasi.
Kepada awak media Rektor juga mengatakan, kampus terbesar di Provinsi Maluku itu mesti berdampak pada bangsa dan daerah, yakni aspek riset menjadi penguatan kapasitas dari Perguruan Tinggi, sehingga bisa menghasilkan sumber daya yang berkualitas untuk bersaing dikancah internasional,ujarnya.
Kata dia“jadi riset tidak hanya menghasilkan artikel, tetapi riset itu berdampak bagi industri, berdampak bagi pemecahan masalah, bahkan Presiden Prabowo mengiginkan riset perguruan tinggi bisa memunculkan Nobel. Jadi memunculkan penerima Nobel yang berkualitas.
Lebih lanjut,”sebagai lembaga perguruan tinggi terbesar di Maluku, memasuki Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67, berbagai upaya yang dilakukan tidak hanya pada aspek akademik, tapi penciptaan ekonomi baru untuk berkontribusi bagi bangsa dan negara termasuk mengantisipasi dampak digitalisasi, ucapnya.
Rektor Juga menyampaikan, kampus terbesar di Provinsi Maluku itu mesti berdampak bangsa dan daerah, yakni aspek riset menjadi penguatan kapasitas dari Perguruan Tinggi, sehingga bisa menghasilkan sumber daya yang berkualitas untuk bersaing dikancah internasional.
“Selain itu, riset tidak hanya menghasilkan artikel, tetapi riset itu berdampak bagi industri, berdampak bagi pemecahan masalah, bahkan Presiden Prabowo mengiginkan riset perguruan tinggi bisa memunculkan Nobel. Jadi memunculkan penerima Nobel yang berkualitas,”jelas Lewakabessy.
Dari aspek pendidikan dan pengajaran, kata Rektor, bagaimana ruang-ruang belajar itu bisa menjadi ruang menghasilkan ide dan gagasan untuk menghasilkan inovasi-inovasi, yang kemudian memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di masyarakat.
Kemudian ada juga pengabdian kepada masyarakat, tentu aspek ini kita membutuhkan kolaborasi, karena akademisi lahir ditengah-tengah komunitas masyarakat, dengan melibatkan pemerintah melibatkan dunia usaha, melibatkan home industri, maupun media,tandasnya.
“Oleh sebab itu, apa yang dikerjakan, bisa betul-betul menjawab permasalahan bangsa. Kita diharapkan memiliki mimpi besar mencapai cita-cita bangsa ini, yaitu Indonesia Emas 2045,”harapnya.
Ia menyampaikan, ada hal yang disampaikan Mendiktisaintek,
terkait perubahan dari aspek ekonomi, geopolitik, geo strategis, maupun ekonomi global.” Yang kita ketahui kondisi peran Iran dengan Amerika dan Israel, itu juga memberikan dampak besar bagi, persoalan-persoalan kita secara global. Jadi perguruan tinggi bukan hanya pada akademik, tetapi bagaimana bisa menjadi pusat ekonomi baru di kampus.
Disampaikannya, Rektor, Wakil Rktor, Dekan dan pimpinan umiversitas tidak hanya fokus pada akademik, tetapi bagaimana memberdayakan potensi-potensi aset bergerak, tetap maupun aset sumber daya manusia, sehingga menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi kemajuan daerah dan bangsa.
Rektor juga menambahkan,soal Unpatti menghadapi disprupsi digital dan AI,Rektor mengaku, dampak AI luar biasa.” Tetapi bagaimana kita di unpatti, kita sudah mencoba menteasformasi sostim kepegawa9an, sistim administrasi keuangan, perencanaan, absensi digital, maupun sistim informasi akademik, jadi semua berbasis pada integrasi sistim,”katanya.
Ia berharap, semua ekosistim pengelolaan perguruan tinggi yang menghadapi berbagai perubahan. Soal penerapan Inklusi dan Merdeka, Rektor mengatakan, soal inklusitas Unpatti terbuka dan menjaga betul, keamanan, kita menjaga betul berbagai hal terkait debgan kekerasan diruang-ruang kampus, dan ruang belajar, sehingga kebutuhab pendidikan bisa dinikmati semua kalangan. Memang sampai saat ini Unpatti pada UKT yang sangat yang bisa dijangkau dan belum ada kenaikan. Ini menjadi indikator inklusifitas kita biaya tunggal atau uang kuliah diharapkan dapat dijangkau oleh semua kalangan. Disamping itu penyandang disabilitas membuka ruang belajar yang bisa dijangkau oleh mereka,”pintanya.




