Geser,CahayaMediaTimur.com-Bertempat di ruang Admisi Orientasi, Jajaran Pejabat Struktural dan Staf Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Geser menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kompetensi dan pemahaman hukum di Indonesia dengan mengikuti kegiatan Sosialisasi/Transformasi Sistem Pemasyarakatan dalam Implementasi KUHP dan KUHAP Baru secara virtual, rabu (6/5).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis bagi Lapas Geser dalam menyongsong perubahan paradigma pemasyarakatan yang kini lebih berfokus pada keadilan restoratif, perlindungan hak asasi manusia, serta perubahan sistem pembinaan warga binaan yang lebih humanis.
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas), Agus Andrianto, menegaskan bahwa pengesahan KUHP dan KUHAP Baru adalah wujud nyata transformasi hukum di Indonesia, bukan sekadar di atas kertas.
“Undang-Undang Pemasyarakatan bukanlah sekadar pelengkap, melainkan jembatan krusial yang memastikan proses peradilan menjunjung tinggi martabat manusia demi mendukung reintegrasi sosial. Ia memegang peran strategis dalam struktur hukum Indonesia dan merupakan komponen inti keberhasilan pembaharuan hukum pidana itu sendiri,” ujar Menimipas.
Sementara itu, Dikonfirmasi tim humas, Kalapas Geser, Nober Hasanda, menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengimplementasikan hasil sosialisasi ini. Ia menegaskan bahwa Lapas Geser siap beradaptasi dengan paradigma baru untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pembinaan.
“Kami di Lapas Geser siap mendukung penuh transformasi ini. Fokus kami ke depan adalah memperkuat pembinaan berbasis pemulihan keadilan, menjunjung tinggi HAM, dan memastikan warga binaan siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ujar Nober.
Keterlibatan aktif Lapas Geser dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen penuh untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan keadilan yang humanis dan transformatif. Selain itu, diharapkan Lapas Geser mampu mempercepat penyesuaian sistem pembinaan, sehingga visi pemasyarakatan yang humanis dan transformatif dapat terwujud dengan optimal.




