Ambon,CahayaMediaTimur.com-Gedung Sekretariat Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Ranting Oikumene, Cabang OSM, di Pantai Wainitu diresmikan bertepatan dengan perayaan HUT ke-45 ranting tersebut, menandai penguatan peran pemuda dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Kota Ambon.
Peresmian dilakukan melalui penandatanganan prasasti, pengguntingan pita, dan pembukaan pintu sekretariat oleh Penjabat Sekretaris Kota Ambon, Robby Sapulette, yang mewakili Wali Kota Ambon. Hadir dalam kegiatan itu, Ketua Umum Pengurus Besar AMGPM Melkianus Sairdekut, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Maluku Titus Renwarin, serta unsur jemaat dan pemuda.
Acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin Pendeta Yoke Diaz/Atiuta.
Dalam sambutannya, Robby Sapulette menegaskan, kehadiran gedung sekretariat menjadi langkah penting bagi AMGPM, mengingat selama ini banyak ranting belum memiliki fasilitas tetap.
Ia menyebut, pembangunan gedung secara mandiri oleh pemuda menjadi bukti kemandirian sekaligus komitmen dalam membangun organisasi.
Pemerintah Kota Ambon, kata dia, berharap sekretariat ini tidak hanya menjadi tempat berkumpul, tetapi juga pusat lahirnya generasi muda yang kreatif dan inovatif.
Selain itu, kawasan Pantai Wainitu telah diproyeksikan sebagai ruang terbuka publik yang mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif. Karena itu, pemuda diminta tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil peran dalam mengembangkan potensi ekonomi di wilayah tersebut.
Sapulette juga menekankan pentingnya menjaga keamanan lingkungan sebagai syarat utama tumbuhnya aktivitas ekonomi. Ia mengingatkan agar konflik sosial seperti aksi lempar-melempar dapat dihindari, sehingga kawasan tersebut menjadi aman dan menarik bagi masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong keterlibatan aktif pemuda dalam mengatasi persoalan sampah di kawasan pesisir Wainitu, guna menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar AMGPM Melkianus Sairdekut mengapresiasi kerja kolektif pemuda yang telah membangun sekretariat tersebut, termasuk dukungan keluarga Noya dan Takaria yang menyediakan lahan.
Ia menilai, keberadaan sekretariat harus berdampak langsung bagi kehidupan jemaat, terutama dalam menjaga ketertiban sosial dan membangun kesadaran bersama atas keamanan lingkungan.
Menurutnya, tanggung jawab menjaga lingkungan bukan hanya milik aparat, tetapi menjadi tugas bersama seluruh elemen masyarakat, termasuk pemuda gereja.
Dari total lebih dari seribu ranting AMGPM di Maluku dan Maluku Utara, tidak semuanya memiliki sekretariat. Karena itu, peresmian ini dinilai sebagai capaian penting yang patut disyukuri dan dimanfaatkan secara maksimal.
Perayaan HUT ke-45 AMGPM Ranting Oikumene ini sekaligus menjadi momentum konsolidasi pemuda untuk berperan aktif sebagai “garam dan terang” dalam kehidupan bermasyarakat di Ambon.
