Namlea,CahayaMediaTimur.com-Jajaran petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea mengawali hari Senin dengan ceria melalui panen Cabai Rawit dan Buncis yang dilaksanakan di lahan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE), Senin (5/10). Panen tersebut merupakan wujud keberhasilan dari program pembinaan kemandirian yang digalakkan Lapas Namlea kepada warga binaan.
Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy mengatakan panen ini merupakan bukti keberhasilan warga binaan mengelola lahan pertanian yang telah disediakan meskipun di tengah musim kemarau panjang.
“Kami bersyukur meskipun tengah menghadapi musim kemarau yang panjang, warga binaan tetap mampu membudidayakan tanaman buncis dan cabai rawit sampai dengan panen. Ditengah cuaca panas yang melanda setiap hari, warga binaan secara konsisten melakukan perawatan terutama dalam hal penyiraman karena air sangat penting untuk kebutuhan tanaman,” ujar Marasabessy.
Dalam panen ini, Lapas Namlea berhasil menghasilkan 54 Kg Buncis dan 10 Kg Cabai Rawit. Tanaman yang dibudidayakan oleh warga binaan tersebut merupakan Buncis jenis Maxipro dan berasal dari varietas hibrida dengan masa budidaya selama 2 bulan.
Kepala Subseksi Pembinaan, Sofian Ahmad, menjelaskan warga binaan yang bekerja di lahan SAE sudah dilakukan sesuai dengan aturan dan SOP yang berlaku. Sebagai bagian dari program pembinaan, warga binaan digenjot untuk terampil dalam berbagai bidang industri salah satunya pertanian yang merupakan bagian dari perwujudan 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Warga binaan yang bekerja di areal pertanian merupakan hasil dari sidang tim tengamat Pemasyarakatan yang telah kami laksanakan. Mereka yang dipilih adalah tamping dan pekerja yang memiliki keterampilan dasar pertanian. Dengan begitu, warga binaan memiliki kesempatan untuk mengembangkan skil dan bakat sehingga dapat bermanfaat Ketika sudah bebas,” tutur Sofian.






