Saparua,CahayaMediaTimur.com-Kanwil Ditjenpas Maluku, Lapas Kelas III Saparua melaksanakan kontrol kesehatan bagi warga binaan lanjut usia (lansia) melalui kegiatan pengecekan tekanan darah dan konsultasi kesehatan sebagai bagian dari pelayanan kesehatan rutin guna memastikan kondisi fisik warga binaan lansia tetap terpantau secara berkala. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (8/1).
Pemeriksaan kesehatan dilakukan oleh staf kesehatan Lapas Kelas III Saparua, Senly Matitale, dengan menyasar warga binaan lansia di setiap blok hunian. Pelaksanaan pemeriksaan dimulai dari blok hunian satu dan dilanjutkan ke blok hunian lainnya secara bergiliran. Metode ini dilakukan agar seluruh warga binaan lansia dapat memperoleh layanan kesehatan tanpa harus keluar dari area hunian.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas melakukan pengukuran tekanan darah sekaligus membuka ruang konsultasi kesehatan. Dari hasil pemeriksaan terhadap lima orang warga binaan lansia, tercatat empat orang memiliki tekanan darah yang tergolong tinggi untuk kategori usia lansia, sementara satu orang lainnya berada pada kondisi normal.
“Hampir semua warga binaan lansia memiliki tekanan darah yang tergolong tinggi untuk kategori usia lansia, yakni berada di angka 140. Sementara tekanan darah normal berada pada kisaran 120 hingga 130, dan hanya satu orang yang hasilnya normal,” ujarnya.
Menindaklanjuti hasil pemeriksaan tersebut, Senly memberikan arahan dan edukasi kesehatan kepada para warga binaan lansia. Dalam sesi konsultasi, ia menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat, khususnya dalam mengatur waktu istirahat yang cukup, menghindari aktivitas berlebihan, serta memperhatikan kebiasaan sehari-hari yang dapat memengaruhi kondisi tekanan darah.
Kepala Lapas Kelas III Saparua, Pramuaji Buamonabot, menyampaikan bahwa kegiatan kontrol kesehatan ini merupakan bentuk perhatian dan tanggung jawab Lapas Saparua terhadap kelompok warga binaan yang memiliki kebutuhan khusus, termasuk lansia. Menurutnya, pemantauan kesehatan secara rutin sangat penting untuk mencegah terjadinya gangguan kesehatan yang lebih serius.
“Pelayanan kesehatan bagi warga binaan, khususnya lansia, menjadi perhatian kami. Melalui pemeriksaan rutin seperti ini, kondisi kesehatan dapat terdeteksi sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa Lapas Saparua berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan sebagai bagian dari pembinaan dan pemenuhan hak dasar warga binaan. Diharapkan, dengan adanya pemeriksaan dan konsultasi kesehatan yang berkelanjutan, warga binaan lansia dapat menjalani masa pembinaan dalam kondisi yang sehat, aman, dan layak.






