Ambon,CahayaMediaTimur.com-Persidangan ke-44 Jemaat GPM Poka digelar di Gedung Gereja Sejahtera, Minggu (15/2/2026), dengan sorotan pada akuntabilitas pelayanan, penguatan kerukunan, dan tanggung jawab sosial gereja di tengah persoalan kota yang belum tuntas, termasuk sampah.
Sambutan Wali Kota Ambon yang dibacakan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Rustam Simanjuntak, menegaskan bahwa persidangan jemaat bukan sekadar agenda tahunan, melainkan forum pengambilan keputusan tertinggi yang menentukan arah pelayanan gereja ke depan.
“Persidangan jemaat adalah ruang evaluasi, koreksi, sekaligus penetapan arah strategis. Di sinilah program, anggaran, dan pertanggungjawaban pelayanan diuji secara terbuka dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Evaluasi dan Arah Strategis Pelayanan
Dalam forum ini, jemaat diminta mengevaluasi pelaksanaan rencana strategis lima tahunan, menetapkan program pelayanan, menyusun serta mengesahkan anggaran pendapatan dan belanja jemaat, hingga menguji laporan pertanggungjawaban pelayanan dan keuangan satu tahun terakhir.
Tema sidang, “Anugerah Allah Melengkapi dan Meneguhkan Gereja Menuju Satu Abad GPM” dengan subtema “Anugerah Allah bagi Gereja-Nya”, disebut sebagai pengingat bahwa perjalanan gereja tidak lepas dari dinamika zaman yang menuntut adaptasi dan ketegasan sikap.
Pemerintah Kota Ambon mengapresiasi komitmen GPM Poka dalam menjaga pelayanan yang tertib dan terarah, namun sekaligus mengingatkan pentingnya dampak nyata bagi masyarakat.
Kerukunan dan Sampah Jadi Sorotan
Di tengah kemajemukan Kota Ambon, jemaat diminta tetap menjadi motor perdamaian dan menjaga relasi harmonis antarumat beragama. Ambon disebut sebagai “rumah bersama” yang harus dijaga dengan toleransi dan saling menghormati.
Tak hanya soal relasi sosial, persoalan sampah dan kebersihan lingkungan juga disinggung secara tegas. Pemerintah menilai masalah sampah bukan sekadar urusan teknis, melainkan menyangkut kualitas hidup, kesehatan, dan citra kota.
Pemkot mendorong partisipasi aktif jemaat dan lembaga keagamaan dalam membangun kesadaran pengelolaan sampah, menjaga kebersihan lingkungan, serta menanamkan tanggung jawab moral terhadap lingkungan hidup.
Momentum Menuju Satu Abad GPM
Persidangan ke-44 ini menjadi bagian dari perjalanan panjang Gereja Protestan Maluku menuju satu abad pelayanan. Pemerintah berharap setiap keputusan yang dihasilkan lahir dari keterbukaan, kebersamaan, dan tanggung jawab iman, sehingga pelayanan gereja tetap relevan dan responsif terhadap kebutuhan umat serta tantangan sosial kota.
Sidang jemaat dijadwalkan membahas sejumlah agenda strategis internal sebelum menetapkan program dan kebijakan pelayanan untuk periode berikutnya.




