Langgur,CahayaMediaTimur.com-Pemandangan berbeda terlihat di area sarana asimilasi dan edukasi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku. Pagi ini, nuansa hijau segar menyelimuti lahan pertanian Lapas saat para petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bahu-membahu melakukan panen sayur sawi, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas pertanian biasa, melainkan bukti nyata keberhasilan program Ketahanan Pangan yang dicanangkan oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Keakraban terlihat jelas saat petugas dan warga binaan mencabut dan menyortir helai demi helai sawi berkualitas super yang siap didistribusikan.
Program ini bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan agar memiliki keahlian produktif saat bebas nanti. Adapun poin-poin penting dari kegiatan ini meliputi: Pemanfaatan Lahan Tidur: Mengubah area kosong di sekitar lapas menjadi lahan produktif, Edukasi Agribisnis: Warga binaan diajarkan teknik menanam mulai dari penyemaian bibit, perawatan organik, hingga masa panen, Hasil yang Sehat: Sayuran yang dipanen dipastikan bebas pestisida kimia, sehingga layak konsumsi bagi warga binaan maupun masyarakat sekitar.
Plh. Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Hakim Abdul Gani menyatakan bahwa kekompakan ini adalah kunci utama. “Kami ingin menghapus sekat antara petugas dan warga binaan dalam konteks kerja positif. Panen ini adalah hasil keringat bersama dan menjadi bukti bahwa Lapas bukan sekadar tempat menjalani masa hukuman, tapi juga tempat untuk bertumbuh dan berkarya,” ujarnya.
Hasil panen sawi ini rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan dapur sehat di dalam Lapas Tual. Dengan keberhasilan ini, Lapas Tual optimis dapat terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas pangan di wilayah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.





