Semarang,CahayaMediaTimur.com-Warga Kelurahan Dadapsari, Kecamatan Semarang Utara, menggelar takbir keliling pada Jumat (20/3/2026) malam dalam rangka menyambut Idul Fitri 1447 H. Kegiatan tahunan ini dikemas dalam lomba antar-RW yang diikuti RW 1 hingga RW 10.
Lurah Dadapsari, Hesti Karyani, S.E., mengatakan takbiran menjadi agenda rutin yang dipertahankan karena mampu mempererat hubungan antarwarga. Kegiatan tersebut diprakarsai Forum RW dan didukung sejumlah pihak, antara lain Sumber Nikmat dan Yayasan Sandal Japit.
“Selain memeriahkan malam kemenangan, ini juga menjadi sarana silaturahmi dan kebersamaan warga,” kata Hesti.
Setiap RW menampilkan kreativitas masing-masing dalam pawai takbir keliling. Partisipasi warga terlihat tinggi, mulai dari anak-anak hingga orang tua, termasuk keterlibatan pemuda karang taruna yang turut mendukung jalannya kegiatan.
Menurut Hesti, kehidupan sosial di Dadapsari relatif harmonis. Meski mayoritas warga beragama Islam, sebagian lainnya beragama Nasrani dan lainnya, bisa tetap hidup berdampingan. “Toleransi di sini sudah berjalan baik. Warga saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Camat Semarang Utara, Siwi Wahyuningsih, S.E., M.M., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai takbir keliling di Dadapsari menunjukkan sinergi antara masyarakat, pelaku seni budaya, dan generasi muda.
“Kegiatan ini tidak hanya bernilai religius, tetapi juga memperlihatkan kreativitas warga. Ini bentuk kebersamaan yang positif,” kata Siwi.
Ia menambahkan, perayaan keagamaan di tengah masyarakat yang beragam justru dapat memperkuat kerukunan jika dijalankan dengan saling menghormati. Keterlibatan generasi muda dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan tradisi.
Pemerintah setempat berharap kegiatan serupa terus dilestarikan sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat. Selain menjaga tradisi, kegiatan ini juga dinilai memperkuat nilai toleransi yang selama ini terjaga di Dadapsari.
Takbir keliling tersebut berlangsung tertib dan menjadi bagian dari perayaan Idul Fitri yang tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga sosial kemasyarakatan. (msa)






