Wahai,CahayaMediaTimur.com-Keterbatasan ruang di balik jeruji besi tak surutkan produktivitas Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai. Tangan-tangan terampil mereka kini tengah disibukkan produksi miniatur kapal Pinisi untuk penuhi permintaan pasar yang terus meningkat, Kamis (4/6/2026).
Kapal Pinisi yang menjadi simbol kebanggaan maritim Indonesia berhasil direplikasi dengan detail oleh Warga Binaan. Mulai dari bentuk lambung kapal, tiang layar, hingga detail tali-temali, seluruhnya dikerjakan secara manual menggunakan bahan baku kayu lokal.
Tingginya minat masyarakat terhadap kerajinan tersebut mendorong Lapas Wahai untuk meningkatkan kapasitas produksi agar ketersediaan stok tetap terjaga dan mampu memenuhi pesanan yang terus berdatangan.
Keberhasilan Warga Binaan hasilkan kerajinan bernilai ekonomi ini merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan oleh Lapas Wahai. Saat ini, pembinaan tidak hanya berfokus pada keterampilan produksi, tetapi juga pada pengelolaan waktu dan manajemen produksi agar proses pembuatan berjalan lebih efektif.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Merpati S. Mouw, mengungkapkan rasa bangganya atas semangat dan ketekunan Warga Binaan hasilkan karya yang diminati masyarakat.
“Kami melihat potensi pasar yang cukup besar. Karena itu, Warga Binaan saat ini fokus memproduksi miniatur kapal sebagai persediaan stok. Di sini mereka tidak hanya belajar keterampilan pertukangan, tetapi juga melatih kesabaran, kerja sama tim, dan manajemen waktu agar target produksi dapat tercapai tanpa mengurangi kualitas hasil kerja,” ujar Merpati.
Pelaksana Harian Kepala Lapas Wahai, La Joi, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen mendukung keberlanjutan program tersebut, baik dari sisi penyediaan bahan baku maupun pengembangan pemasaran produk.
“Ini menjadi bukti bahwa Lapas Wahai dapat menjadi wadah yang produktif dan kreatif bagi Warga Binaan. Menjaga ketersediaan stok merupakan langkah penting agar kami siap memenuhi permintaan dalam jumlah besar,” tegas La Joi.
Ia menambahkan bahwa produk miniatur kapal Pinisi tidak hanya dipasarkan untuk memenuhi pesanan yang masuk, tetapi juga akan diperkenalkan melalui berbagai pameran.
“Kami bangga dengan karya miniatur kapal Pinisi ini. Ke depan, selain memenuhi permintaan pasar, produk tersebut juga akan kami tampilkan pada berbagai pameran di tingkat daerah maupun nasional. Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa dari dalam Lapas dapat lahir karya berkualitas yang memiliki nilai jual tinggi,” tambahnya.
Saat ini, miniatur kapal Pinisi karya Warga Binaan Lapas Wahai terus diproduksi dan diharapkan menjadi salah satu produk unggulan yang mampu mendukung kemandirian ekonomi Warga Binaan.
