Tingkatkan Kekhusyukan Selama Bulan Ramadhan, Lapas Wahai Ubah Papan Sterek Warga Binaan

oleh -0 views

Wahai,CahayaMediaTimur.com-Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah membawa suasana berbeda nan khusyuk di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai. Sebagai bentuk penghormatan dan penguatan toleransi antarumat beragama, pihak Lapas Wahai menerapkan kebijakan khusus dengan menyatukan kamar hunian warga binaan non-muslim (minoritas) selama bulan puasa, Jumat (27/2).

 

Perubahan papan sterek atau papan data hunian dan perpindahan blok kamar ini dilakukan agar Warga Binaan yang beragama Islam dapat melaksanakan ibadah puasa, sahur, dan tarawih dengan lebih khusyuk tanpa terganggu aktivitas rekan lain yang tidak berpuasa. Warga binaan non-muslim yang disatukan kamar pun menyambut baik kebijakan ini, bahkan menunjukkan partisipasi aktif dalam membantu persiapan sahur dan menjaga ketenangan selama waktu ibadah.

 

Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban, Usman Bakri, menjelaskan bahwa perubahan ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang lebih religius di dalam lingkungan Lapas. “Kami ingin memastikan selama Ramadan, para Warga Binaan menjalankan ibadah dengan tenang dan khusyuk,” kata Usman.

 

Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan wujud pembinaan mentalitas agar Warga Binaan saling menghargai. “Kami ingin memastikan seluruh Warga Binaan, baik yang berpuasa maupun tidak, dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing dengan tertib. Penyatuan kamar ini membantu menciptakan keharmonisan dan persaudaraan,” ungkap Tersih.

 

Langkah proaktif ini mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. “Ini adalah hal yang sangat positif. Pastikan suasana di dalam blok hunian tetap kondusif. Kebijakan sementara ini diharapkan tidak akan mengurangi hak-hak dasar Warga Binaan lainnya, melainkan memprioritaskan kenyamanan bersama dalam keberagaman,” harap Ricky.

 

Selain kebijakan kamar, suasana Ramadhan di Lapas Wahai juga diwarnai kegiatan pembinaan bersama seperti tadarus dan ibadah rutin, yang mencerminkan semangat kebersamaan sesuai slogan Lapas Wahai yakni MESRA (Manusiawi-Efektif-Sinergi-Responsif-Amanah) yang menjunjung tinggi nilai toleransi.