Wahai,CahayaMediaTimur.com-Primer Koperasi Pemasyarakatan Indonesia (Primkopasindo) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali dorong kesejahteraan para anggotanya. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembagian Sisa Hasil Usaha (SHU) tahun buku berjalan kepada seluruh petugas yang tergabung sebagai anggota koperasi.
Pembagian SHU ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang digelar oleh pengurus Primkopasindo Lapas Wahai di Aula Lapas, Sabtu (27/6). Kegiatan ini menjadi indikator utama bahwa koperasi di lingkungan Lapas tersebut berstatus sehat, aktif, dan dikelola secara profesional.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kinerja jajaran pengurus koperasi. Ia menilai tata kelola yang transparan dan akuntabel menjadi kunci suksesnya koperasi bagi petugas ini.
“Pembagian SHU adalah bukti nyata bahwa koperasi kita berjalan dengan baik. Kehadiran Primkopasindo di lingkungan Lapas Wahai bukan sekadar formalitas, melainkan wadah yang benar-benar memberikan manfaat ekonomi dan menunjang kesejahteraan para petugas beserta keluarganya,” tegas Tersih.
Ketua Primkopasindo Lapas Wahai, Abdul Azis, turut memaparkan besaran SHU yang diterima oleh masing-masing anggota bervariasi. “Distribusi keuntungan ini dihitung secara adil dan proporsional berdasarkan beberapa faktor, antara lain jumlah simpanan pokok dan simpanan wajib dari setiap anggota, serta keaktifan transaksi anggota pada unit usaha koperasi, yaitu kantin koperasi,” jelasnya.
Penyerahan SHU berlangsung dengan tertib, lancar, dan disambut antusias oleh seluruh petugas. Ke depannya, pengurus Primkopasindo menargetkan peningkatan layanan kepada anggota, dan adanya inovasi pada unit usaha baru. Dengan perluasan cakupan bisnis koperasi, jumlah SHU yang dibagikan pada periode mendatang dapat makin meningkat secara signifikan.
Menanggapi pembagian SHU tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, turut memberikan apresiasinya. Ia menyampaikan eksistensi koperasi petugas memiliki peran strategis dalam menunjang kinerja dan moril jajaran petugas di lapangan.
“Keberhasilan Primkopasindo Lapas Wahai dalam menyelenggarakan RAT secara tepat waktu dan membagikan SHU merupakan wujud nyata tata kelola organisasi yang sehat dan transparan. Kami berharap kesejahteraan petugas yang terpenuhi ini berbanding lurus dengan peningkatan dedikasi, integritas, dan kualitas pelayanan prima kepada masyarakat maupun Warga Binaan,” harap Ricky.
Langkah konsisten Primkopasindo Lapas Wahai ini sekaligus menjadi contoh tata kelola koperasi yang baik dalam lingkup institusi Pemasyarakatan sebagai instansi pemerintah. Hal ini juga memastikan bahwa ‘dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota’ bukan sekadar slogan melainkan realitas yang terwujudkan.





