Transformasi Warga Binaan: Lapas Tual Perluas Sektor Kemandirian Demi Cetak SDM Unggul

oleh -1 views

Langgur,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tual, Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku terus menunjukkan komitmen nyata dalam mengubah wajah pemasyarakatan. Tidak sekadar menjadi tempat menjalani masa pidana, Lapas Tual kini bertransformasi menjadi pusat pelatihan kerja dengan memperbanyak sektor kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

 

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap warga binaan memiliki bekal keterampilan yang mumpuni sebelum kembali ke tengah masyarakat.

 

Kepala Lapas Kelas IIB Tual, Nurchalis Nur, Senin (2/3/2026) menegaskan bahwa pembinaan kemandirian merupakan instrumen penting dalam proses reintegrasi sosial. Dengan menambah variasi sektor kegiatan, diharapkan minat dan bakat setiap warga binaan dapat terakomodasi secara maksimal.

 

Beberapa sektor unggulan yang kini tengah diperkuat antara lain: Sektor Pertanian & Hidroponik: Pemanfaatan lahan tidur di area Lapas untuk tanaman hortikultura, Sektor Perbengkelan : Pelatihan teknis untuk menghasilkan produk alat rumah tangga dan konstruksi ringan, Sektor Kerajinan Tangan dan tata boga: Pembuatan produk bernilai seni khas daerah yang memiliki nilai jual, Sektor Jasa (cucian kendaraan, percetakan dan air isi ulang): Menyiapkan tenaga kerja siap pakai di industri jasa.

 

“Kami tidak ingin mereka keluar dari sini dengan tangan kosong. Komitmen kami adalah menjadikan Lapas Tual sebagai ‘pabrik’ manusia produktif yang mampu berkontribusi positif bagi ekonomi keluarga dan daerah,” ujar Nurchalis dalam keterangannya.

 

Untuk mendukung keberlanjutan program, Lapas Tual juga mulai menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara serta UMKM lokal. Hal ini bertujuan agar produk-produk hasil karya warga binaan tidak hanya berhenti pada tahap produksi, tetapi juga mendapatkan akses pasar yang lebih luas.

 

Hasil dari kegiatan mandiri ini nantinya juga berkontribusi pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), sekaligus memberikan premi (upah) bagi warga binaan sebagai tabungan mereka.

 

Melalui perluasan sektor kemandirian ini, Ricky Dwi Biantoro, selaku Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Maluku berharap dapat menghapus stigma negatif terhadap mantan warga binaan. Dengan sertifikasi keahlian yang diberikan, para warga binaan diharapkan memiliki kepercayaan diri untuk bersaing di dunia kerja atau bahkan membuka lapangan pekerjaan sendiri di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.