Wali Menyapa, Langkah Humanis Lapas Wahai Bangun Kedekatan dengan Warga Binaan

oleh -0 views

Wahai,CahayaMediaTimur.com-Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus berinovasi dalam menciptakan lingkungan pembinaan inklusif dan berbasis kekeluargaan. Melalui program unggulan bertajuk “Wali Menyapa”, Lapas Wahai berupaya meruntuhkan sekat komunikasi antara petugas dan Warga Binaan guna mengoptimalkan proses reintegrasi sosial.

Program ini dirancang agar setiap Warga Binaan mendapatkan perhatian yang lebih personal dan spesifik. Dalam sesi “Wali Menyapa”, petugas yang ditunjuk sebagai Wali Pemasyarakatan melakukan dialog interaktif secara rutin untuk mendengarkan aspirasi, memantau perkembangan perilaku, hingga menggali potensi terpendam para penghuni Lapas.

Kepala Regu Pengamanan, Jordy Jozeph Laisina, menjelaskan aspek keamanan berjalan beriringan dengan pendampingan emosional. “Melalui Wali Menyapa, kami ingin memastikan Warga Binaan tidak merasa sendirian. Petugas hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai kakak, sahabat, dan pembimbing yang membantu mereka menemukan kembali jati diri yang positif,” ujarnya, Rabu (15/4).

Senada, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan stabilitas keamanan kini tidak lagi hanya mengandalkan jeruji besi, melainkan kekuatan komunikasi. “Wali Menyapa adalah jembatan hati. Dengan terbukanya ruang dialog, kami jauh lebih mudah menggali potensi mereka, baik di bidang seni, kerajinan, maupun keterampilan lainnya yang akan menjadi bekal saat bebas nanti,” tegasnya.

Dukungan penuh juga datang dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan, Ricky Dwi Biantoro, bahwa inisiatif ini merupakan cerminan transformasi Sistem Pemasyarakatan yang modern. “Ini sejalan dengan arahan pusat untuk mengedepankan pembinaan humanis. Kita ingin mengubah paradigma Lapas dari tempat penghukuman menjadi pusat pelatihan diri. Kedekatan antara Wali dan Warga Binaan adalah kunci keberhasilan pembinaan,” ungkapnya.

Dengan adanya program ini, diharapkan tingkat stres di Lapas berkurang dan potensi gangguan keamanan dicegah sejak dini melalui pendekatan persuasif. Wali Menyapa menjadi bukti masa pidana di Lapas Wahai kini bertransformasi menjadi masa produktif untuk mempersiapkan diri kembali ke masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.