Wayang Orang Kembali Menggema di Open Theatre Oudetrap, “Gareng Dadi Ratu” Bangkitkan Semangat Pelestarian Budaya

oleh -0 views

Semarang,CahayaMediaTimur.com-Setelah beberapa lama vakum, pertunjukan Wayang Orang On The Street kembali digelar secara gratis di Open Theatre Oudetrap, Kota Semarang. Mengusung tema “Gareng Dadi Ratu”, pementasan ini menjadi angin segar bagi para pecinta seni tradisional sekaligus upaya nyata dalam menjaga eksistensi budaya yang kian langka.

 

Salah satu tokoh budaya yang turut memberikan apresiasi, Rama Pujianto, menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada para penggerak serta pelaku seni budaya di Kota Semarang. Menurutnya, meskipun diselenggarakan secara sederhana, keberanian untuk tetap menghadirkan pertunjukan wayang orang patut diapresiasi tinggi.

 

“Wayang orang ini sudah semakin langka, bahkan di beberapa kota atau kabupaten sudah tidak ada lagi. Maka kami sangat mengapresiasi para penggiat seni di Semarang yang tetap menjaga dan melestarikannya,” ujar Rama.

 

Ia menekankan bahwa keberlangsungan seni dan budaya sangat bergantung pada peran aktif para pelaku dan penggeraknya. Oleh karena itu, kegiatan seperti ini perlu terus dihadirkan secara rutin agar tetap hidup di tengah masyarakat.

Lebih lanjut, Rama juga menyoroti pentingnya peran sanggar seni dan festival budaya dalam mengenalkan warisan Nusantara kepada generasi muda. Dengan adanya wadah tersebut, anak-anak muda diharapkan tidak hanya mengenal, tetapi juga mencintai dan melestarikan budaya bangsa.

 

“Generasi muda harus dilibatkan dan diberi ruang. Ketika mereka ikut terlibat, akan tumbuh rasa memiliki bahwa ini adalah seni dan budaya mereka sendiri,” tambahnya.

 

Pementasan “Gareng Dadi Ratu” tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi budaya yang sarat makna. Diharapkan, kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk kembali menghidupkan seni tradisional yang mulai tergerus zaman.

 

Ketua Paguyuban Budaya Jawi Jenggala Manik, Bambang Hermutoko, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap terselenggaranya pertunjukan wayang orang yang kembali digelar di Kota Semarang.

 

Menurut Bambang, pementasan wayang orang memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keberlangsungan seni tradisional yang saat ini semakin jarang ditemui di berbagai daerah. Ia menilai bahwa upaya menghadirkan kembali pertunjukan tersebut merupakan langkah nyata dalam melestarikan warisan budaya leluhur.

 

“Pertunjukan wayang orang seperti ini sangat penting, karena menjadi salah satu bentuk pelestarian seni tradisional yang kini mulai langka,” ujar Bambang.

 

Ia juga menekankan bahwa keberadaan pertunjukan budaya tidak hanya sebagai hiburan semata, tetapi memiliki nilai edukasi dan historis yang tinggi bagi masyarakat, khususnya generasi muda. Melalui pementasan tersebut, nilai-nilai budaya dan filosofi kehidupan dapat terus diwariskan dari generasi ke generasi.

 

Lebih lanjut, Bambang berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah, komunitas seni, maupun masyarakat luas. Dengan demikian, seni budaya tradisional seperti wayang orang dapat tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

 

“Pelestarian budaya adalah tanggung jawab bersama. Jika tidak dijaga dan dirawat, bukan tidak mungkin kesenian ini akan benar-benar hilang,” pungkasnya.(msa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.