Jakarta,CahayaMediaTimur.com-Anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) Daerah Pemilihan Maluku, Widya Pratiwi, menjenguk David Soumokil, korban bentrokan di kawasan Matraman, Jakarta, yang saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jumat.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus dukungan moril kepada korban dan keluarga. Dalam kesempatan itu, Widya juga menyampaikan pesan kebangsaan yang menekankan pentingnya menjaga persatuan, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk diskriminasi terhadap sesama warga negara.
Menurut Widya, Indonesia dibangun melalui perjuangan seluruh anak bangsa tanpa membedakan asal daerah, suku, ras, maupun agama.
«”Republik ini dibangun atas merah putih, atas tulang dan darah setiap manusia dari Batavia hingga Papua, dari Jawa hingga Tenggara. Karena itu, jangan perlakukan saudara sebangsa sebagai manusia kelas kedua. Sebangsa dan setanah air harus diwujudkan dengan saling merangkul dan berbagi kasih,” ujarnya.»
Ia menegaskan bahwa semangat kebangsaan Indonesia sejak awal berdiri lahir dari persatuan dalam keberagaman. Karena itu, tidak boleh ada perlakuan berbeda hanya karena latar belakang suku maupun warna kulit.
«”Republik ini dibangun tanpa mempertanyakan suku, ras, dan agama. Jangan jadikan warna kulit sebagai pembeda, sebab Jakarta hingga Maluku adalah anak kandung Ibu Pertiwi yang tidak boleh ditirikan di negeri sendiri,” tegasnya.»
Widya juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menghidupkan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kebencian dan kekerasan hanya akan meninggalkan luka, sementara kasih sayang dan persaudaraan akan memperkokoh persatuan bangsa.
«”Jangan biarkan cinta kasih diganti dengan caci maki, pelukan diganti dengan pukulan. Konflik hanya menyisakan duka, sedangkan cinta selalu menumbuhkan persatuan,” katanya.»
Menutup pernyataannya, Widya mengingatkan bahwa Indonesia adalah rumah bersama bagi seluruh rakyat dari Sabang hingga Merauke. Negara, katanya, harus hadir dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh warga tanpa membedakan latar belakang maupun daerah asal.
«”Republik ini bukan hanya milik wilayah-wilayah besar. Mereka yang mendiami bukit-bukit di Papua dan garis pantai di Ambon juga anak kandung Ibu Pertiwi yang harus dicintai negara tanpa tebang pilih. Sebab, ini Tanah Air Beta,” pungkasnya.»





